Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Penyedia Katering Diduga Penyebab Diare Massal di MAN 2 Batam, 235 Siswa Absen

Hendri Kremer
16/11/2025 21:16
Penyedia Katering Diduga Penyebab Diare Massal di MAN 2 Batam, 235 Siswa Absen
Papan informasi di depan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Batam, lokasi dimana insiden diare massal terjadi pada ratusan siswa setelah mengonsumsi makan siang dari katering MBG. Kejadian ini membuat 235 siswa absen pada hari berikutnya, sementara penyel(MI/Hendri Kremer)

Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Batam mengalami sakit perut dan diare massal setelah mengonsumsi menu makan siang dari penyedia katering MBG pada Selasa, 11 November 2025. Insiden ini membuat 235 siswa tidak masuk sekolah keesokan harinya, sementara puluhan siswa lainnya harus mendapatkan perawatan medis.

Kepala MAN 2 Batam, Ernawati, mengatakan bahwa keluhan mulai muncul pada Selasa malam sekitar pukul 20.00 WIB. Beberapa siswa melaporkan sakit perut dan diare, bahkan ada yang mengalami perut melilit hingga membuat orang tua cemas dan membawa anak-anak mereka ke rumah sakit.

“Pada malam hari, sekitar pukul 20.00 WIB, kami menerima laporan dari orang tua bahwa beberapa siswa mengeluh sakit perut dan diare. Beberapa bahkan harus dilarikan ke UGD karena perut mereka melilit,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (14/11).

Dua siswa terpaksa dirawat di RS Elisabeth, sementara dua siswa lainnya dirawat di Klinik Nagoya, namun semuanya akhirnya diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan. Total siswa yang tercatat tidak hadir pada hari berikutnya mencapai 235 orang, sekitar sepertiga dari total 648 siswa di MAN 2 Batam.

Pihak sekolah mencurigai bahwa makanan berbahan dasar daging, khususnya menu dendeng yang disajikan pada hari tersebut, menjadi penyebab utama dari keluhan yang dialami siswa. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tujuh tenaga medis dari Puskesmas Tanjung Buntung, gejala yang diderita siswa menunjukkan kemungkinan adanya kontaminasi pada makanan yang disajikan.

“Tercatat ada 257 laporan keluhan hingga hari itu, dengan sebagian besar mengarah pada makanan berbahan daging,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak sekolah sudah meminta agar penyedia katering MBG menghindari menu berbahan daging, mengingat beberapa kali sebelumnya terdapat masalah serupa yang dialami oleh siswa. Ernawati menduga ada kesalahan dalam penanganan bahan makanan di dapur katering, apalagi baru-baru ini terjadi pergantian staf bagian gizi di MBG.

“Kami sudah beberapa kali meminta agar menghindari bahan daging karena kejadian serupa. Daging beku yang langsung disiram air bisa menyebabkan bakteri menempel. Ini yang kami curigai terjadi pada pengolahan makanan kali ini,” tambahnya.

Tanggapan Pihak Katering dan Pemeriksaan Lanjutan

Pihak MBG, selaku penyedia katering, telah mengirimkan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan menyatakan kesediaannya untuk menanggung biaya perawatan medis siswa yang sempat dirawat di fasilitas kesehatan.

Koordinator Wilayah SPPG Kota Batam, Defri Penaldi, Minggu (16/11),  ketika dikofirmasi mengenai hal itu tidak memberikan jawaban, berulang kali di whatapps namun tidak dibalas, begitu pula ketika dihubungi.

Salah seorang karyawan catering mengatakan dapurnya untuk sementara ditutup. Penyelidikan terkait penyebab pasti insiden ini masih terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Batam bersama instansi terkait, dan terus melakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah benar kasus ini disebabkan oleh kontaminasi makanan atau faktor lainnya. (H-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya