Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Puluhan Anak Pengungsi Luar NegeriTetap Sekolah Selama Tinggal di Batam

Hendri Kremer
28/1/2026 22:43
Puluhan Anak Pengungsi Luar NegeriTetap Sekolah Selama Tinggal di Batam
Puluhan anak pengungsi luar negeri tetap memperoleh akses pendidikan selama tinggal di Kota Batam.(MI/Hendri Kremer)

 

PULUHAN anak pengungsi luar negeri tetap memperoleh akses pendidikan selama tinggal di Kota Batam. Pemerintah Kota Batam memastikan pemenuhan hak dasar para pengungsi, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan, tetap berjalan meski berada dalam kondisi pengungsian.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan saat ini sebanyak 67 anak pengungsi telah mengikuti pendidikan formal di berbagai jenjang sekolah di Batam. Selain itu, 38 anak lainnya masih mengikuti program persiapan sekolah.

“Kami memastikan anak-anak pengungsi tetap mendapatkan hak pendidikan selama berada di Batam,” ujar Firmansyah dalam Rapat Koordinasi Penanganan Pengungsian Luar Negeri di Daerah di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (28/1).

Ia menambahkan, selain pendidikan formal, Pemkot Batam juga memfasilitasi anak pengungsi berkebutuhan khusus untuk mengakses layanan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB).

Saat ini, Batam menangani sebanyak 359 pengungsi luar negeri yang didampingi oleh International Organization for Migration (IOM). Para pengungsi tersebut ditempatkan di dua lokasi penampungan sementara, yakni Hotel Kolekta Lubuk Baja dan Akomodasi Non-Detensi (AND) Sekupang.

Berdasarkan data, mayoritas pengungsi berasal dari Afghanistan dengan jumlah 227 jiwa. Selanjutnya pengungsi asal Sudan sebanyak 84 jiwa, Somalia 20 jiwa, dan sisanya berasal dari sejumlah negara lain.

Sebagai wilayah perbatasan dan kawasan strategis nasional, Batam menghadapi tantangan tersendiri dalam penanganan pengungsi lintas negara. Oleh karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat, mulai dari pengawasan hunian, penanganan sosial kemasyarakatan, hingga pemeliharaan ketertiban dan keamanan lingkungan.

Firmansyah menegaskan, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar penanganan pengungsi berjalan optimal sekaligus menjaga stabilitas daerah.

Selain pendidikan, Pemkot Batam juga memperkuat layanan kesehatan bagi para pengungsi melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, serta mitra pelaksana. Layanan yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, skrining dasar, layanan kesehatan mental dan psikososial, serta rujukan medis sesuai kebutuhan.

Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan para pengungsi, khususnya anak-anak, tetap mendapatkan perlindungan dan layanan dasar yang layak selama berada di Kota Batam. (E-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya