Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Lamongan Nyantri Dukung Optimalisasi Peran Pesantren Berdayakan Masyarakat

M Ahmad Yakub
15/11/2025 19:39
Lamongan Nyantri Dukung Optimalisasi Peran Pesantren Berdayakan Masyarakat
(MI/Ahmad Yakub)

PEMKAB Lamongan menyatakan 'Lamongan Nyantri' merupakan salah satu program prioritas sebagai wujud dukungan pada optimalisasi peran pesantren dalam memberdayakan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat hadir pada kegiatan Optimalisasi Peran Pondok Pesantren dan Lembaga Ekonomi Desa, di Pondok Pesantren Matholi'ul Anwar, Karanggeneng, Jumat (14/11).

Menurut dia, Pesantren sendiri memiliki peran penting dalam memberdayakan masyarakat. Karena selain berperan dalam lembaga pendidikan dan melaksanakan dakwah.

Pesantren juga sebagai pusat pembentukan karakter sumber daya manusia berkualitas, menciptakan jiwa kewirausahaan para santri, hingga lokomotif pembangunan inklusifitas ekonomi masyarakat. "Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mendukung program optimalisasi peran pondok pesantren dan lembaga ekonomi desa. Karena pesantren adalah mitra strategis pemerintah daerah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul hingga memperkuat ekonomi masyarakat," kata Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu.

Bupati menambahkan dukungan akan optimalisasi peran pesantren juga diwujudkan melalui program Megilan Entrepreneur. Program kewirausahaan ini melibatkan para santri dan milenial untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan potensi ekonomi lokal.

Berkesempatan hadir, Wakil Menteri Koperasi dan UKM Farida Farichah menegaskan, pesantren bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat akar rumput. Menurut Wamen, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Pemerintah menilai pesantren, koperasi, dan BUMDes sebagai simpul ekonomi lokal yang paling dekat dengan masyarakat miskin di desa. (H-1)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya