Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SUPAYA siswa memperoleh waktu beradaptasi dengan lingkungan baru lebih leluasa, Sekolah Sukma Bangsa (SSB) di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, melakukan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk tahun ajaran 2025-2026 lebih awal. Hal itu juga agar pihak sekolah lebih leluasa merekrut calon siswa harapan dan lebih efektif untuk merancang starategi pembelajaran.
Apalagi sekolah yang didirikan oleh Surya Paloh berkat bantuan atau donasi melalui Dompet Indonesia Menagis paska Gempa Tsunami Aceh dan diresmikan pada 14 Juli 2006, kini cukup banyak peminat dari Aceh Sumatera, Utara hingga Pulau Jawa.
Penelusuran Media Indonesia, pada Rabu (12/11), manajemen sekolah jenjang SD, SMP dan SMA kebanggaan masyarakat Aceh itu telah menerima pendaftaran calon murid baru. Sesuai jadwal yang diperoleh masa pendaftarannya sejak tanggal 3 November hingga 31 Desember 2025.
Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, Marthunis Bukhari, kepada Media Indonesia mengatakan, kuota penerimaan kali ini yaitu untuk tahun ajaran 2025-2026 berjumlah 225 orang. Masing-masing, untuk SD 2 Rombel (Rombongan Belajar) yaitu 50 orang, SMP 3 Rombel (75 orang) dan SMA SMA 4 Rombel (100 orang).
Mereka yang lulus kelengkapan persyaratan administrasi akan dipersilahkan mengikuti tes tulis. Setelah itu bagi calon siswa SMP dan SMA mengikuti tes kemampuan membaca Alquran.
Setelah itu baru mengikuti sesi wawancara oleh guru atau panitia penyelenggara SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru). Selain murid, panitia juga berwenang mewawancarai orang tua/wali.
Untuk menyatukan visi dan persepsi, panitia juga mewawancarai orang tua/wali secara bersamaan dengan calon siswa bersangkutan atau masing-masing terpisah. Rangkaian proses seleksi itu terjadwal demi kelancaran dan kemaslahatan bersama.
Agar terpangkas waktu dan jarak tempuh, proses pendaftaran tersedia melalui sistem online atau klik https://spmb-sbbpidie.com. Bagi yang ingin informasi lebih lanjut atau mendaftar langsung dipersilahkan mengunjungi Sekolah Sukma Bangsa Pidie di Jalan Pineung-Kota Bakti, Desa Balee Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, Indonesia. Masih ada yang perlu ditanyakan boleh juga menghubungi nomor kontak 0811 684 8558.
"Kami ada untuk melayani yang terbaik dan memudahkan kita semua. Terima kasih atas kepercayaan luar biasa oleh masyarakat dan pemerintah selama ini" tutur Marthunis Bukhari.
Budayawan Aceh, M Adli Abdullah mengatakan, metode pendidikan di Sekolah Sukma Bangsa sangat menggembirakan. Itu tampak dari keberhasilan sekolah itu membina karakter positif anak-anak.
"Sekolah ini menomor satukan pendidikan karakter, sehingga anak sangat ber-etika dan saling menghargai siapa saja, cinta lingkungan hidup. Lalu aktif serta disiplin. Menariknya mereka direkrut dari anak berlatar belakang sangat beragam, akhirnya menjadi pintar dan berakhlak. Hebatnya lagi dari kemampuan biasa saja, bisa ber-akademik unggul" tutur Adli Abdullah yang juga dosen senior Universitas Syiah Kuala.
Pernyataan senada juga pernah disampaikan Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Marwan. Menurutnya anak didik sekolah Sukma Bangsa Pidie, memiliki kampuang sangat bagus.
Lulusan SMA Sukma Bangsa Pidie, SMA Sukma Bangsa Bireuen, SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, betebaran di berbagai Perguruan Tinggi ternama. Ini tidak lepas dari dunia pendidikan yang dibangun oleh guru-guru profesional.
Marwan mengakui, di USK tidak sedikit lulus jalur undangan dan banyak sekali menembus jalur tes mahasiswa baru.
"Biasanya anak-anak lulusan Sukma beda" tutur Rektor Marwan yang jebolan Doktor Birmingham Universiti, Inggris itu.(H-2)
KONDISI pendidikan di Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 masih memprihatinkan dan memerlukan pemulihan segera serta terarah.
DI kelas-kelas IPA, kita mengenal hukum Newton ketiga: 'Setiap aksi akan menimbulkan reaksi yang sama besar dan berlawanan arah'.
WARGA korban terdampak banjir di kawasan Provinsi Aceh mengharapkan ada bantuan makanan siap santap. Lalu mereka juga membutuhkan air minum dan air bersih.
TIADA aksi dan solusi yang dianggap paling mulia dikerjakan manajemen Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh, dalam sepekan terakhir.
Tim relawan beranggotakan guru dan karyawan sekolah Sukma Bangsa Pidie itu berangkat dari kampusnya di Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie itu pada Sabtu (29/11).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved