Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA hujan deras terus menerus, hampir sepekan terakhir telah berbuah bencana banjir bandang meluluh lantakkan Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Diawali peristiwa maha dahsyat itulah kini melahirkan penderitaan jutaan anak bangsa di separuh wilayah barat pulau Sumatera.
Tidak menunggu lama, di hari ke ketiga pascabencana, Sekolah Sukma Bangsa Pidie bergerak cepat turun ke lokasi. Manjemen sekolah yang dibangun 19 tahun lalu oleh Chaiman Media Group dan kawan-kawan berkat bantuan para donatur itu, bergerak cepat menurunkan tim relawan untuk menembus titik parah lokasi banjir.
Sasaran pertama adalah membantu atau mengantar bahan makanan pokok kepada warga korban di Kabupaten Pidie Jaya. Itu merupakan termasuk kawasan terparah luluh lantak hingga warganya terisolasi ber hari-hari di kegelapan malam hingga sebagian warga bertahan dalam banjir dengan meminum air hujan.
Tim relawan beranggotakan guru dan karyawan sekolah Sukma Bangsa Pidie itu berangkat dari kampusnya di Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie itu pada Sabtu (29/11) pagi menuju titik-titik distribusi bantuan dan beberapa desa yang sulit dijangkau di Pidie Jaya. Perjalanan menuju lokasi melalui jalur masih dipenuhi genangan air dan lumpur serta longsoran di beberapa titik.
Target tim relawan itu memprioritaskan lokasi yang belum mendapat bantuan sejak awal kejadian. Tentu bukan mengutamakan lokasi tidak diizinkan masuk oleh polisi karena sedang proses evakuasi oleh Tim SAR.
Berbagai bahan kebutuhan pokok yang diantar langsung ke penerima msnfaat adalah beras, telur, minyak goreng, mi instan, air mineral, dan makanan ringan lainnya. Sesampai di lokasi dibagikan langsung kepada para korban banjir. Paket bahan makanan itu merupakan dukungan Yayasan Sukma bekerja sama dengan Yayasan Media Group. Kedua yayasan yang sejak pasca tsunami Aceh dikenal sangat peduli itu hingga kini menjadi mitra respon cepat kebencanaan.
“Bantuan bahan pokok ini wujud kepedulian kami kepada masyarakat korban banjir, terutama kepada dewan guru Sukma Bangsa Pidie yang bertempat tinggal di Kabupaten Pidie Jaya dan sekitarnya. Banyak dari dewan guru kami juga korban banjir dan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar" kata Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari saat mendampingi proses distribusi bantuan, Sabtu (29/11).
Selain mendistribusikan bantuan logistik, manajemen sekolah berkarakter kebanggaan masyarakat Aceh juga mbangun posko darurat di komplek kampus Sekolah setempat kawasan Kemukiman Pineung, Kecamatan Peukan Baro, Kabupaten Pidie.
Tujuannya membantu masyarakat sekitar yang terdampak pemadaman listrik. Di posko kemanusiaan ini menyediakan layanan pengisian daya listrik dengan menggunakan fasilitas generator set (genset). Tersedia juga air bersih, serta ruang istirahat sementara warga.
“Membuka posko sejak Kamis dua malam lalu, sebagai dukungan kepada masyarakat sekitar. Banyak warga yang mengeluhkan padamnya listrik sejak Kamis, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Termasuk komunikasi dan penerangan. Melalui posko ini, mendonasikan ruang kenyamanan dan layanan dasar bagi masyarakat" tambah lelaki yang akrab dipanggil Abi Martin itu.
Dikatakan Marthunis seluruh personel Sekolah Sukma Bangsa Pidie, terus memantau dan memetakan situasi. Lalu siap berupaya menambah bantuan bila dalam beberapa hari kedepan kondisi belum pulih.
Ikhtiar bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu percepatan pemulihan di wilayah-wilayah terdampak. Insya Allah penataan kembali alam Sumatera ini segera berakhir. (H-2)
WARGA terdampak banjir di wilayah pedalaman Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, hingga kini masih membutuhkan kejelasan terkait tempat tinggal.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Aceh terus mendukung pemulihan layanan dasar pascabencana di Provinsi Aceh.
WARGA di Kabupaten Bireuen, Aceh, harus menelan pil pahit karena 47 hari sejak bencana banjir bandang pada November 2025 lalu penanganan dampak bencana hingga bantuan belum maksimal.
VIRAL di media sosial video merekam menumpuknya berbagai macam bantuan logistik di sebuah gudang yang diduga gudang milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bireuen, Aceh.
SUNGGUH lama dan sangat perih penderitaan ribuan warga Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
BANJIR melanda sejumlah titik di Jakarta. BPBD Provinsi DKI Jakarta mengatakan, Minggu, (18/1) hingga pukul 20.00 WIB sebanyak 19 RT di Jakarta Barat terendam banjir, bantuan juga diberikan
Di antara penerima manfaat pada tahun ini, termasuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Pulau Sumatra yang terjadi sejak akhir November 2025.
Adapun total keseluruhan bantuan yang diserahkan sebesar Rp1.106.000.000 dengan jumlah beragam untuk masing-masing penerima.
Adapun donasi Rp1 miliar akan dimanfaatkan untuk menyediakan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi yang kini bertahan di lokasi evakuasi.
Pemprov Jawa Timur bersama BPBD Jatim memperpanjang operasi posko bantuan peduli bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh hingga sepekan ke depan.
PASCABANJIR yang menerjang Aceh, ratusan warga masih bertahan di pengungsian darurat hingga Senin (1/12) malam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved