Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
AROMA minyak sereh memenuhi udara di Balai Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Di tempat itulah semangat baru tumbuh — masyarakat belajar mengubah limbah dan tanaman lokal menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Binaan Circular Economy hasil kerja sama Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dengan Kemendikti bidang Saintek, yang berlangsung selama enam bulan sejak Juli 2025.
"Tujuan kami bukan hanya memberi alat, tapi membentuk sistem ekonomi sirkular yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ketua Tim Program sekaligus dosen Unisba Blitar Palupi Puspitorini, Jumat (7/11).
Program ini menggandeng dua kelompok masyarakat lokal, yaitu Bank Sampah Gong Lestari dan Pokmas Hidrofarm.
Bank Sampah Gong Lestari kini memiliki mesin press plastik hidrolik yang membantu proses daur ulang jadi lebih cepat dan bernilai jual tinggi.
Sementara Pokmas Hidrofarm memperoleh alat ekstraksi minyak sereh modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.
"Program ini bukan cuma tentang alat, tapi juga membangun budaya produktif dan ramah lingkungan di masyarakat,” tutur Lurah Gedog Suprabowo.
Pelatihan juga menghadirkan para ahli dari berbagai bidang, mulai dari produksi, digital marketing, hingga kewirausahaan. Materi disampaikan oleh Darmadji, Yufi Priyo Sutanto, Tri Endrawati, dan Maratus Solihah.
"Inovasi seperti ini patut jadi contoh. Program ini bukti nyata bahwa ekonomi sirkular bisa diterapkan hingga tingkat kelurahan,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar Heri Setyobudi.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti sesi praktik, mulai dari belajar menimbang dan memilah plastik hingga mencoba proses ekstraksi minyak sereh dengan alat baru.
"Kami ingin Gedog jadi kelurahan berdampak, yang bisa menunjukkan sinergi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat,” tegas Palupi.
Program ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan teknis, tapi juga memperkuat semangat wirausaha dan kepedulian lingkungan di masyarakat pesisir perkotaan.
"Kami dari Unisba Blitar menyampaikan terima kasih kepada DPPM-Kemdiktisaintek atas dukungan dan pendanaan program ini. Kolaborasi ini sangat berarti bagi penguatan ekonomi masyarakat,” pungkas Palupi. (Z-1)
Sudah selayaknya inisiatif masyarakat dalam membangun energi mandiri melalui energi baru terbarukan tidak hanya sebatas dipuji, tapi pemerintah harus mendukung mereka.
Ketiga mahasiswa tersebut kini tidak dilakukan penahanan. Mereka sudah berkumpul kembali dengan mahasiswa lainnya,
DIREKTUR Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid mengatakan, dugaan penangkapan terhadap tiga orang aktivis mahasiswa yang membentangkan poster untuk Gibran.
Wapres RI Gibran Rakabuming apresiasi Bazar Blitar Djadoel yang menjadi ajang pameran produk kerajinan Koperasi dan UMKM di Kota Blitar dan Jawa Timur.
GUBERNUR Lemhannas RI TB. Ace Hasan Syadzily melakukan ziarah dan tabur bunga ke Makam Bung Karno di Blitar, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Ziarah dan tabur bunga di Makam Bung Karno
Sangat tidak adil jika warga kelas bawah yang paling terdampak buruknya layanan publik justru menjadi sasaran pendekatan represif.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved