Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Warga Gedog Belajar Olah Sampah dan Sereh Jadi Cuan

Basuki Eka Purnama
07/11/2025 20:54
Warga Gedog Belajar Olah Sampah dan Sereh Jadi Cuan
Kegiatan Bank Sampah Gong Lestari dan Pokmas Hidrofarm di Balai Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.(MI/HO)

AROMA minyak sereh memenuhi udara di Balai Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Di tempat itulah semangat baru tumbuh — masyarakat belajar mengubah limbah dan tanaman lokal menjadi peluang ekonomi berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Desa Binaan Circular Economy hasil kerja sama Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar dengan Kemendikti bidang Saintek, yang berlangsung selama enam bulan sejak Juli 2025.

"Tujuan kami bukan hanya memberi alat, tapi membentuk sistem ekonomi sirkular yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Ketua Tim Program sekaligus dosen Unisba Blitar Palupi Puspitorini, Jumat (7/11).

Program ini menggandeng dua kelompok masyarakat lokal, yaitu Bank Sampah Gong Lestari dan Pokmas Hidrofarm. 

Bank Sampah Gong Lestari kini memiliki mesin press plastik hidrolik yang membantu proses daur ulang jadi lebih cepat dan bernilai jual tinggi. 

Sementara Pokmas Hidrofarm memperoleh alat ekstraksi minyak sereh modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil produksi.

"Program ini bukan cuma tentang alat, tapi juga membangun budaya produktif dan ramah lingkungan di masyarakat,” tutur Lurah Gedog Suprabowo.

Pelatihan juga menghadirkan para ahli dari berbagai bidang, mulai dari produksi, digital marketing, hingga kewirausahaan. Materi disampaikan oleh Darmadji, Yufi Priyo Sutanto, Tri Endrawati, dan Maratus Solihah.

"Inovasi seperti ini patut jadi contoh. Program ini bukti nyata bahwa ekonomi sirkular bisa diterapkan hingga tingkat kelurahan,” kata Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar Heri Setyobudi.

Masyarakat terlihat antusias mengikuti sesi praktik, mulai dari belajar menimbang dan memilah plastik hingga mencoba proses ekstraksi minyak sereh dengan alat baru.

"Kami ingin Gedog jadi kelurahan berdampak, yang bisa menunjukkan sinergi nyata antara kampus, pemerintah, dan masyarakat,” tegas Palupi.

Program ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan teknis, tapi juga memperkuat semangat wirausaha dan kepedulian lingkungan di masyarakat pesisir perkotaan.

"Kami dari Unisba Blitar menyampaikan terima kasih kepada DPPM-Kemdiktisaintek atas dukungan dan pendanaan program ini. Kolaborasi ini sangat berarti bagi penguatan ekonomi masyarakat,” pungkas Palupi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya