Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK sembilan orang mahasiswa Universitas Islam Negeri atau UIN Walisongo Semarang yang hanyut saat bermain tubing di Sungai Jolinggo di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berhasil selamat.
Data dari UIN Walisongo Semarang, menyebut jumlah mahasiswa yang mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata atau KKN di Kendal, sebanyak 15 orang. Sembilan orang ikut tubing ke dalam sungai berhasil selamat saat volume air sungai naik dan menggelontor akibat hujan lebat di daerah hulu.
Meskipun demikian, korban selamat dilaporkan kini mengalami trauma berat. Mereka yakni lLukluul Maksumah, Naili nNikmatul Maghfiroh, Fina Barisatun Ukyun, Tegar Almahdi, Siti Fatonatul Ikhwan, Vivi Mahmudah, Naila Ilma, Erin Bunga Damayanti dan Tanto Alfitansah Putro mendapat pendampingan tim dari LP2M, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Pusat Layanan Konseling dan Spiritual UIN Walisongo.
"Kami ingin memastikan keluarga dan mahasiswa tidak sendiri dalam menghadapi duka ini. UIN Walisongo Semarang akan terus membersamai, memberi dukungan moral dan spiritual," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo Semarang Mukhsin Jamil Rabu (5/11).
UIN Walisongo pada siang ini (5/11), menggelar Shalat Ghaib dan menggelar doa bersama di Masjid Kampus 1,2, 3 sebelum perkuliahan sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi para mahasiswa yang meninggal.
Kepala Basarnas Semarang Budiono mengatakan tim melakukan penyisiran melalui jalur darat di sekitar sungai dan penyusuran menggunakan perahu karet. Korban berhasil ditemukan, lanjut Budiono, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Singorojo untuk mendapatkan pemeriksaan dan identifikasi awal. Jenazah ke RSUD Suwondo Kendal untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan, perawatan jenazah dan disemayamkan sementara sebelum diserahkan ke pihak keluarga.
Sementara itu Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana (LPBU) Kendal Saiful mengungkapkan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dimulai pukul 07.00 WIB, dilakukan dengan menyisir lokasi kejadian menuju ke Jolinggo. Korban ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi kejadian.
"Korban ditemukan berada di pinggir sungai dalam kodisi sudah meninggal, kemudian kita evakuasi dengan berjalan kaki menuju ke jalan terdekat sebelum diangkut denfanbmobil ambulan," ujar Saiful.
Berdasarkan data diterima dari tim SAR gabungan terdapat lima korban meninggal dunia ditemukan yakni Riska Amelia, Sifa Nadilah, M Labib Rizki, M Jibril as Sarafi dan Bima Pranawira, sedangkan satu korban lagi Nabila Yulian Desi Pramesti hingga kini masih dalam pencarian. Hingga saat ini, menurut Mukhsin Jamil, masih ada satu korban yang belum ditemukan. (H-4)
MAHASISWA Universitas Islam Negeri atau UIN Walisongo Semarang yang hanyut saat bermain tubing di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah disemayamkan sementara di RSUD Soewondo.
MAHASISWA hanyut dari Universitas Islam Negeri atau UIN Walisongo Semarang ditemukan meninggal dunia pada radius 3,5 kilometer dari lokasi kejadian di Kendal, 5 orang meninggal dunia
Suasana duka menyelimuti UIN Walisongo Semarang, seluruh mahasiswa dan civitas akademika menggelar doa bersama untuk mengenang para korban.
TIGA mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang meninggal dunia karena hanyut saat bermain tubing di Sungai Jolinggo, Kabupaten Kendal.
SOSOK pemuda bernama Farijil Humam, mahasiswa UIN Walisongo Semarang asal Jepara, mencuri perhatian publik dengan pencapaiannya sebagai kreator konten edukatif.
Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Kaliwungu, dengan ketinggian air mencapai satu meter.
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, dan angin puting beliung kembali melanda delapan kecamatan di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah,
Ia menambahkan bahwa setelah dua fase tersebut, INA bahkan sudah membeli lahan untuk Fase III sebagai sinyal percepatan yang tidak main-main.
Halaman SD Negeri 2 Kutoharjo, Kendal, berubah menjadi ruang cerita sederhana. Anak-anak membaca bersama dalam Program PINTAR Tanoto Foundation.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistyo mengatakan setelah dilakukan pencarian akhirnya dua korban ditemukan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved