Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GUMPALAN hitam misterius yang menimbulkan kehebohan di Kampung Kondang, Desa Tanjungrasa, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, belum terpecahkan. Warga menyebut gumpalan yang bertebaran di langit sebelum jatuh itu berbau menyengat.
Kemunculan gumpalan-gumpalan hitam yang sempat dikira awan itu terjadi pada Jumat (24/10). Gumpalan hitam itu kemudian jatuh ke persawahan dan area permukiman.
"Kelihatannya kayak busa, cuma warnanya hitam. melayang di udara gitu. jatuh di pemukiman dan disekitar sawah," kata Agung salah seorang warga dilokasi, Rabu (29/10). Saat jatuh ke tanah, ia menyebut, gumpalan itu mengeluarkan bau asam meski tidak terlalu menyengat.
Fenomena ini sebagai kejadian pertama yang dialami warga setempat. Ia menyebut sebagian warga menduga busa hitam itu berasal dari pabrik sekitar.
Warga berharap ada pemeriksaan lebih lanjut karena lokasi jatuhnya berada tidak jauh dari permukiman dan lahan pertanian.
Sementara itu, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang, Cece Rahman membenarkan bahwa fenomena tersebut terjadi di wilayah Patok beusi, Subang. Namun saat petugas mengecek ke lapangan, sudah tidak tercium bau yang menyengat.
Meski begitu gumpalan hitam itu masih tetap ada dan dari busanya tampak berminyak. " Setelah adanya laporan yang masuk Dinas Lingkungan hidup Kabupaten Subang melakukan pengecekan, namun setelah di cek ternyata tidak ada bau yang menyengat hanya saja di temukan adanya karakteristik dari busa tersebut seperti minyak,"Kata Cecep Rahman, Rabu (29/10).
Pihaknya menduga gumpalan hitam berbusa itu berasal dari dampak terjadinya kebakaran pabrik oli bekas di Karawang ."Kemungkinan busa hitam yang jatuh di pemukiman warga dan di area persawahan warga, akibat dari terjadinya kebakaran pabrik oli bekas di Karawang,"ungkapnya
Lebih lanjut, Cecep menegaskan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang akan menindak tegas jika terbukti ada industri yang lalai dalam pengelolaan limbah hingga menyebabkan pencemaran. Sanksi akan diberikan sesuai ketentuan Permen LH Nomor 14 Tahun 2024, tentang penyelenggaraan pengawasan dan sangsi Admintratif bidang lingkungan hidup. (M-1)
SEBANYAK 96 ton kopi robusta hasil produksi Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat, resmi diekspor ke Aljazair.
PENGEMBANGAN desa dan kampung wisata terus dipacu di Jawa Barat.
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri
WISATA Pemandian Air Panas Alam Sari Ater, Subang, Jawa Barat, menjadi salah satu yang selalu dipadati wisatawan saat libur Natal. Namun, tahun ini terjadi penurunan jumlah kunjungan.
Penutupan program ini sekaligus menandai peresmian rumah produksi DARMASOY sebagai wujud keberlanjutan pemberdayaan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved