Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kebutuhan telur ayam untuk memenuhi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diperkirakan mencapai 380 ribu butir per hari.
Hal itu disampaikan Ketua BPD HIPMI Bangka Belitung, Hary A. Arsani, dalam Rakerda HIPMI di Pangkalpinang, Minggu (19/10).
Menurutnya, untuk mendukung pelaksanaan MBG akan dibangun 142 Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di Bangka Belitung. Pemenuhan kebutuhan pangan disebutnya menjadi fokus utama.
“Seperti telur ayam, misalnya. Jika 142 SPPG ini beroperasi semua dan tiap SPPG menghasilkan 3.000 butir, maka dibutuhkan sekitar 380 ribu butir per hari,” kata Hary.
Ia menambahkan, produksi lokal saat ini masih terbatas. Karena itu, perlu alternatif pasokan dengan mendatangkan telur dari Palembang, Sumatera Selatan.
HIPMI Bangka Belitung menyatakan siap berinovasi dan berinvestasi guna memenuhi kebutuhan telur ayam untuk program MBG. Hary—yang juga putra Gubernur Babel—menyebut HIPMI berencana membangun SPPG di 30 titik di Bangka Belitung.
“HIPMI Babel mendorong anggotanya untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam mendukung MBG,” ujarnya.
HIPMI Babel berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan gizi.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved