Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal memaparkan capaian signifikan Kabupaten Agam dalam menurunkan angka stunting selama empat tahun terakhir, melalui berbagai inovasi dan dukungan anggaran, jumlah kasus stunting berhasil ditekan dari 170 kasus pada tahun 2021 menjadi hanya 49 kasus pada tahun 2024.
Ia menyampaikan upaya menurunkan stunting di Kabupaten Agam menunjukkan hasil yang nyata.
Berdasarkan data EPPGBM, jumlah kasus stunting menurun secara konsisten dari 170 kasus pada tahun 2021, menjadi 88 kasus di tahun 2022, lalu 56 kasus di tahun 2023, hingga tersisa 49 kasus di tahun 2024.
“Alhamdulillah, capaian ini berkat kerja keras seluruh pihak dan berbagai program inovasi yang kita jalankan bersama,” ujarnya, Jumat (3/10).
Adapun inovasi yang digulirkan Pemkab Agam di antaranya program Aua Sungsang (Ayo Urus Anak Agar Stunting Hilang) serta Basaragam (Bapak Bunda Asuh Anak Stunting Rang Agam).
Kedua program ini dinilai efektif karena melibatkan peran aktif masyarakat, tokoh adat, hingga keluarga besar di nagari.
Selain program inovatif, dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui alokasi anggaran yang cukup besar, pada tahun 2024, Pemkab Agam mengalokasikan totalnya lebih dari Rp45,552 miliar untuk penanganan stunting, dan pada tahun 2025 meningkat total menjadi Rp56,885 miliar lebih.
Wabup Iqbal menegaskan, konsistensi dalam menekan angka stunting merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam mempersiap -kan generasi emas 2045.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi semua pihak, angka stunting di Agam dapat terus ditekan hingga benar-benar nol kasus,” tegasnya. (H-1)
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
SEGEGAP apapun dunia merayakan Natal, tetap saja titik awal peristiwa dimulai di dalam keluarga, keluarga biasa, pasangan suami istri baru, miskin-sederhana, di tempat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved