Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kelurahan di Cirebon Ikut Awasi Pengolahan Limbah SPPG

Nurul Hidayah    
30/9/2025 15:26
Kelurahan di Cirebon Ikut Awasi Pengolahan Limbah SPPG
Warga memperlihatkan selokan yang berbau menyengat diduga akibat beroperasinya SPPG di wilayah mereka.(MI/Nurul Hidayah)

KELURAHAN Larangan terus melakukan pengawasan agar pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah mereka berjalan sesuai standar operasional yang berlaku. Hal tersebut diungkap Lurah Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Dani Rahmat Permana.

“Kita tidak mau di Kelurahan Larangan ini ada kejadian keracunan dari MBG. Sehingga kami juga terus mengadakan koordinasi dan pengawasan supaya MBG ini berjalan sesuai SOP,” kata Dani, Selasa (30/9).

Pengawasan juga akan dilakukan terkait dengan keluhan warga mengenai bau menyengat di saluran drainase atau selokan di lingkungan perumahan mereka. Dijelaskan Dani, ketua yayasan yang mengelola SPPG Harjamukti telah menerima keluhan warga terkait bau menyengat tersebut dan sudah ditindaklanjuti.

“Ditindaklanjuti dengan dibersihkannya saluran yang dikatakan warga bau,” ungkap Dani. 

Namun ternyata bau menyengat belum hilang. Untuk itu, lanjut Dani, antara yayasan pengelola SPPG dan warga sudah dilakukan pertemuan dengan kesepakatan bahwa SPPG akan melakukan sejumlah perbaikan. “Terutama di limbah yang memang saya pernah mencium, agak bau," tuturnya.

Saat disinggung mengenai asal bau menyengat yang ada di selokan warga, menurut Dani, kemungkinan campuran antara sampah warga maupun sampah dari SPPG. Untuk itu, mereka pun akan melihat kondisi IPAL yang ada di SPPG tersebut. “Harus ada IPAL, dari setiap pabrik atau pengelola katering harus diolah sehingga air yang keluar ke selokan itu sudah bersih,” tukasnya.

Pihak SPPG juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah sehingga tidak sampai menimbulkan bau ke lingkungan warga. Sementara itu, kepala SPPG Harjamukti, Dean Saputra, mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus membenahi secara bertahap kondisi dapur sehingga ke depannya menjadi lebih baik.

"Kita akan membenahi termasuk saluran air maupun sampah. Keluhan memang ada, tapi tidak sepenuhnya," ujar Dean. 

Dean pun mengungkapkan bahwa dapur mereka telah mengikuti prosedur yang berlaku.

Seperti diberitakan sebelumnya warga RW 12 Karya Bhakti, Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon mengeluhkan bau menyengat di saluran drainase atau selokan di lingkungan mereka. Bahkan bau menyengat sudah tercium sejak dapur MBG tersebut beroperasi baru dua hari. Awalnya, bau menyengat hanya tercium di saluran drainase di sekitar dapur, namun dalam kurun waktu dua minggu, baunya sudah menyebar ke RT 01 hingga RT 06. Setelah dua minggu bau menyengat meluas dari RT 01 hingga RT 06. (M-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya