Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian melalui BBPP Lembang bekerja sama dengan Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat menggelar pelatihan bagi 25 Pengawas Benih Tanaman (PBT) pada 23-25 September 2025. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi PBT dalam pengawasan mutu benih, khususnya tanaman perkebunan.
Materi pelatihan mencakup regulasi perbenihan, penyimpanan, pencandraan varietas, pengendalian OPT, karantina, hingga pelepasan varietas tanaman perkebunan, serta praktik lapang di P4S Tona’s Coffee.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya benih berkualitas sebagai fondasi utama pertanian yang maju dan berkelanjutan.
“Kualitas benih adalah penentu utama keberhasilan panen. Tanpa benih yang unggul, mustahil kita mencapai swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Amran dalam keterangan Sabtu (27/9).
Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, juga menegaskan pentingnya SDM pertanian yang kompeten untuk mendukung kemajuan sektor pertanian nasional.
Kepala BBPP Lembang, Ajat Jatnika, menyoroti peran strategis sektor perkebunan. “Sektor perkebunan merupakan penyumbang devisa yang penting bagi negara kita, sehingga memastikan benih berkualitas adalah tugas yang sangat penting,” ujarnya.
Peserta pelatihan seperti Beny Badruzaman menyambut baik kegiatan ini. “Semoga hasil pelatihan ini mampu membekali tugas kami di lapangan ke depannya,” ujarnya. Hal senada disampaikan Rima Anggita Putri dan Lestari Indah Prasanti, “Sangat edukatif bagi kami,” tegas mereka.
Kepala Disbun Jabar, Gandjar Yudniarsa, berharap pelatihan memperkuat keterampilan dan integritas PBT. Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Perkebunan, R. Krisna Risna Gunara, menilai BBPP Lembang sebagai tempat diskusi efektif bagi peserta. (I-1)
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Di bawah kepemimpinan Addin, GP Ansor bahu membahu menggerakkan aktivitas pangan melalui Banser Patriot Ketahanan Pangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved