Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MESKI kerap dilanda hujan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan masih terus terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel mengerahkan Satgas darat dan udara (water bombing) untuk mengatasi karhutla di lokasi sulit dijangkau.
"Upaya penanganan karhutla terus kita lakukan, baik melalui Satgas darat maupun Satgas udara yaitu helikopter water bombing," ungkap Kepala BPBD Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai, Minggu (21/9).
Dikatakannya karhutla yang terjadi di Kalsel tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi kondisi kemarau basah dimana hujan masih turun di sejumlah wilayah, disamping kesiapsiagaan satgas karhutla.
Pusdalops BPBD Kalsel mencatat berdasarkan hasil pemantauan Satelit NOAA20 pada Sabtu (20/9), terpantau 35 hot spot yang tersebar di sejumlah daerah di Kalsel. Sedangkan satelit SNPP mendeteksi 17 hot spot dan Satelit Modis mendeteksi 11 titik api dengan tingkat kepercayaan rendah, sedang hingga tinggi.
Sebaran titik api terbanyak terjadi di wilayah Kabupaten Kotabaru sebanyak 13 titik api dan Tabalong 12 titik api. Kabupaten Hulu Sungai Selatan sembilan titik, Banjar tujuh titik, Tapin dan Tanah Bumbu masing-masing enam titik api. Kemudian Balangan dan Tanah Laut masing-masing empat titik api.
Luas wilayah yang terbakar mencapai puluhan hektare. Dua helikopter water bombing yaitu type MI-8T dan MI-17-1V / VN-8414 setiap harinya melalukan puluhan kali pemadaman (shorti) di lokasi karhutla.
Pada bagian BPBD Kalsel juga menghimbau kewaspadaan potensi hujan sedang yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada siang/sore hari. Terkait upaya mitigasi bencana hidrometeorologi, BPBD Kalsel telah bekerjasama dengan BMKG untuk informasi pra bencana. (H-2)
POLDA Kalimantan Selatan (Kalsel) menerbitkan maklumat larangan membakar lahan bagi masyarakat dan korporasi, guna mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah tersebut.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Peristiwa ini melibatkan dua kabupaten/kota yakni Kota Banjarbaru dan Hulu Sungai Tengah.
Beberapa lokasi kawasan hutan ikut terbakar, sejauh ini berdasarkan laporan ada sekitar 20 hektare.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan mulai mempersiapkan aksi pembasahan lahan gambut guna mengantisipasi ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan.
Tercatat banjir merendam 11.634 rumah yang dihuni 12.626 keluarga atau 36.799 jiwa
Bencana banjir yang melanda sejumlah daerah di Kalimantan Selatan sejak Desember 2025 lalu menyebabkan terpuruknya perekonomian warga.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan menyiapkan alat berat untuk membantu para petani melakukan pembersihan lahan pertanian tanpa membakar.
BPBD Kalsel memperluas jangkauan kepada kalangan tenaga pengajar dan pelajar tingkat menengah atas atau sederajat guna meningkatkan kualitas penguatan edukasi bencana.
Pembasahan lahan gambut untuk pencegahan hingga water bombing dan modifikasi cuaca untuk penanganan karhutla.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved