Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLEMIK terkait surat edaran tentang program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Brebes, Jawa Tengah, masih menjadi sorotan. MTsN 2 Brebes, Jawa Tengah, buka suara terkait surat pernyataan yang ditujukan pada wali murid agar tidak menuntut secara hukum bila anak mereka keracunan makanan program MBG.
Pihak sekolah beralasan karena banyak anak didik yang alergi makanan tertentu. Rencananya, hasil angket akan diserahkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan. Kemudian anak penerima program MBG mendapatkan asupan makanan yang sesuai kondisi masing-masing.
Humas MTS Negeri 2 Brebes, Jenab Yuniarti, usai pertemuan dengan pihak Kantor Kementerian Agama Brebes dan Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasioanl (BGN) Brebes di aula MTs Negeri 2 Brebes, Rabu (17/9) menyampaikan, dari angket yang tersebar, banyak wali murid yang menelepon dan membawa angket ke sekolah jika anak mereka tidak makan nasi dari kecil.
“Dari hasil inventarisir, siswa-siswi MTsN 2 Brebes banyak yang alergi terhadap telur, udang, dan jenis ikan tertentu. Jika dipaksakan, dipastikan akan muncul gejala merah-merah gatal pada kulit,” ujar Jenab.
Terkait surat angket, Jenab menyatakan surat itu sudah dicabut dan tidak berlaku lagi.
“Terkait adanya siswa-siswi yang alergi makanan, akan dibahas bersama antara pihak sekolah dan SPPG,” jelas Jenab.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional ( BGN) Brebes, Arya Dewa Nugroho, menyampaikan penerbitan hak angket itu bukan dari pihak BGN. Ada kesalahpahaman dari pihak sekolah sehingga muncul surat yang viral tersebut.
“Masalah itu sebenarnya sudah selesai dari Senin (15/9), sudah duduk bareng terkait adanya surat angket. Memang angket itu diterbitkan bukan dari SPPG atau BGN. Ada terjadi miskom, dari pihak sekolah menyatakan dapat saran dari SPPG, tapi sebenarnya itu bukan dari orang BGN langsung,” jelas Arya.
Menurut Arya, terkait ada KLB seperti keracunan, BGN akan bertanggung jawab.
“Antisipasi kejadian luar biasa sudah dilakukan sejak penyediaan bahan baku makanan hingga distribusi. Dengan seleksi yang ketat,” jelas arya. (JI/E-4)
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved