Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan HB X menerima Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral nomor: 23.K/GL.01/MEM.G/2025 Tentang Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi Daerah Istimewa Yogyakarta pada 22 Januari 2025. Surat tersebut diserahkan oleh Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, terkait penetapan status geopark nasional.
"Jadi poin-poin penting adalah ada beberapa geosite yang menjadi bagian dari geodiversity atau geoheritage yang harus dikonservasi," kata Muhammad Wafid.
Di samping itu, geoheritage, biodiversity dan cultural diversity harus dikemas menjadi satu produk untuk keberlangsungan dan konservasi di DIY. Pasalnya, Geopark tersebut mungkin akan diusulkan untuk UNESCO global geopark.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, menyatakan, pihaknya punya kepastian di dalam sistem manajemen geopark. Ke depannya, daerah tersebut mungkin memiliki pengembangan heritage untuk menjadi bagian dari wisata tapi tetap menjaga keberlangsungannya agar tidak rusak.
"Ya yang tidak pas ya jangan ditambang, jangan dirusak. Harapan saya, yang ilegal tidak ada lagi," ucap Sri Sultan.
Apa saja sih 20 objek geologi yang menjadi kawasan cagar alam di DI Yogyakarta, berikut rinciannya;
1. Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo di Kalurahan/Desa Sambirejo, Kapanewon/Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
2. Lava Bantal Berbah di Kalurahan/Desa Jogotirto dan Kalitirto, Kapanewon/Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
3. Batugamping Eosen di Kalurahan/Desa Ambarketawang, Kapanewon/Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
4. Goa Kiskendo di Kalurahan/Desa Jatimulyo, Kapanewon/Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
5. Mangan Kliripan-Karangsari di Kalurahan/Desa Hargorejo dan Kalurahan/Desa Karangsari, Kapanewon/Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
6. Gunungapi Purba Nglanggeran di Kalurahan/Desa Nglanggeran, Kapanewon/Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
7. Bioturbasi Kali Ngalang di Kalurahan/Desa Ngalang, Kapanewon/Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
8. Gunungapi Purba Siung-Batur-Wediombo di Kalurahan/Desa Balong dan Kalurahan/Desa Jepitu, Kapanewon/Kecamatan Girisubo, dan Kalurahan/Desa Purwodadi, Kapanewon/Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
9. Gumuk Pasir Parangtritis di Kalurahan/Desa Parangtritis, Kapanewon/Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
10. Puncak Tebing Kaldera Purba Kendil-Suroloyo di Kalurahan/Desa Gerbosari, Kapanewon/Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
11. Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari di Kalurahan/Desa Ngargosari, Kapanewon/Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
12. Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang di Kalurahan/Desa Banjararum, Kapanewon/Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
13. Kompleks Perbukitan Intrusi Godean di Kalurahan/Desa Sidorejo dan Kalurahan/Desa Sidoluhur, Kapanewon/Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
14. Kompleks Batuan Merapi Tua Turgo-Plawangan Pakem di Kalurahan/Desa Purwobinangun dan Hargobinangun, Kapanewon/Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
15. Aliran Piroklastik Bakalan di Kalurahan/Desa Argomulyo, Kapanewon/Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
16. Rayapan Tanah Ngelepen di Kalurahan/Desa Sumberharjo, Kapanewon/Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
17. Sesar Opak Bukit Mengger di Kalurahan/Desa Trimulyo, Kapanewon/Kecamatan Jetis dan Kalurahan/Desa Segoroyoso, Kapanewon/Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
18. Gunung Ireng Pengkok di Kalurahan/Desa Pengkok, Kapanewon/Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
19. Gunung Genthong Gedangsari di Kalurahan/Desa Ngalang, Kapanewon/Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
20. Lava Purba Mangunan di Kalurahan/Desa Mangunan, Kapanewon/Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (M-2)
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Sri Sultan menambahkan, tujuan utama siswa dan mahasiswa datang ke DIY adalah untuk menempuh pendidikan.
Sri Sultan juga mengimbau agar semua elemen pemerintah daerah mampu memprioritaskan kemampuan "empan papan" menyikapi kondisi saat ini.
Terkait pegurangan Danais, Sultan menghormati keputusan pemerintah pusat, termasuk jika Danais 2026 kembali dipangkas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved