Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS dugaan pelecehan seksual dan asusila dengan korban anak-anak kembali terjadi di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Polisi masih melakukan pengusutan dan penyelidikan setelah sejumlah orang tua korban melapor.
Pemantauan Media Indonesia Senin (16/6) kasus dugaan pelecehan seksual dan asusila terhadap korban anak-anak kembali merebak di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Hal ini menjadi perhatian serius karena pelaku diduga merupakan guru yang seharusnya menjadi pembimbing dan pelindung bagi korban.
Kepolisian di sejumlah daerah masih mengusur dan menyelidiki setelah orang tua korban melaporkan tindak pidana para pelaku. "Kita masih lakukan pengusutan dan penyelidikan, polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait laporan dugaan tindak asusila tersebut," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Batang Ajun Komisaris Imam Muhtadi.
Berdasarkan laporan ibu korban, ungkap Imam Muhtadi, terduga pelaku tindak asusila tersebut dilakukan oleh guru mengaji, bahkan korban lebih dari dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Hal itu diketahui setelah dilakukan pemeriksaan dua orang saksi termasuk korban.
Kasus ini terungkap, menurut Imam Muhtadi, berawal ketika korban enggan untuk berangkat mengaji. Ketika hal itu ditanyakan oleh orang tuanya, korban mengakui terus terang perbuatan guru mengajinya yang telah berbuat asusila. Korban lain yang diraba-raba sempat kabur ketika dilecehkan.
Berdasarkan pengakuan korban, lanjut Imam Muhtadi, setelah melakukan pelecehan seksual tersebut, pelaku yang juga satu desa memberikan uang Rp5.000 kepada korban. "Kasus ini juga dilaporkan ke desa, namun ketika diundang untuk dipertemukan antara keluarga, pelaku tidak datang," tambahnya.
KASUS DI JEPARA
Hal serupa juga terjadi di Jepara. Bahkan kepolisian setempat telah menetapkan MS, 55, seorang guru di Jepara sebagai tersangka setelah penyidik melakuhan pemeriksaan sejumlah saksi. Satu korban merupakan murid lelakinya.
"Setelah pemeriksaan dan mendapatkan sejumlah barang bukti kita langsung lakukan penahanan terhadap tersangka," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jepara Ajun Komisaris M Faizal Wildan Umar Rela.
Sama dengan peristiwa di Batang, kasus ini terungkap atas kecurigaan orang tua korban, lanjut Faizal Wildan Umar Rela, hanya bedanya korban di sini adalah anak pria yang dilecehkan oleh guru yang juga lelaki, yakni ketika korban diantar pulang menggunakan sepeda motor oleh tersangka yang juga gurunya.
Saat hal itu ditanyakan orang tuanya, demikian Faizal Wildan Umar Rela, korban mengaku diajak pelaku ke musala di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Korban mengaku telah dilecehkan pelaku saat di musala tersebut. Ibu korban mengecek gawai korban dan mendapati komunikasi antara pelaku dan korban.
Berdasarkan isi di gawai korban, ungkap Faizal, ibu korban kaget karena banyak pesan-pesan cabul dituliskan pelaku. Kemudian masih menggunakan gawai korban, pelaku dipancing datang ke rumah hingga akhirnya dapat ditangkap dan mengakui semua perbuatannya. (E-2)
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyesalkan maraknya tawuran sarung selama Ramadan dan meminta penanganan ramah anak melalui disiplin positif.
POLDA Jateng melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) berhasil membongkar sindikat penadah sepeda motor bodong skala besar yang melibatkan jaringan antarprovinsi.
Setelah ambruknya dua banguna ambru, pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan atasan, termasuk Dinas Pendidikan Wilayah XII, dan kepala sekolah sebelumnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar. Dalam waktu dekat, sebanyak 308 GPM akan digelar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah (Jateng).
Akibat kejadian itu, para korban langsung dievakuasi ke RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan penanganan medis.
Cuaca ekstrem di 24 wilayah Jawa Tengah, termasuk hujan lebat, angin kencang, dan gelombang 1,25–2,5 meter di perairan utara-selatan. Waspadai potensi bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved