Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN warga, relawan, warga, TNI dan pegawai sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) mengelar aksi bersih-bersih sampah di aliaran Sungai Gelis, Kabupaten Kudus sebagai pencegahan banjir dan menjaga keindahan sungai.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (15/6) sejak pagi ratusan orang terdiri dari relawan, warga, TNI dan pegawai sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Kudus turun ke sepanjang aliran Sungai Gelis, tumpukan sampah yang bertebaran di sepanjang aliran sungai tersebut terus diangkut ke atas dan dibawa okeh armada truk.
Upaya pembersihan sampah plastik, dahan dan dedaunan di aliran Sungai Gelis tersebut, terlihat difokuskan di titik di bawah jembatan yang membentang di Jalan Sunan Kudus, secara berangsur-angsur terus dibawa ke atas menggunakan karung dan keranjang kemudian diangkut truk milik Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (PKPLH) dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA).
"Kami melakukan aksi bersih-bersih sungai ini sebagai upaya mencegah banjir dan menjaga keindahan sungai, karena banyak sampah menumpuk yang menghambat aliran air sungai," kata Ketua Umum Laskar Lereng Muria Agus Riawan Minggu (15/6).
Sampah menumpuk terutama plastik di bawah jembatan, ungkap Agus Riawan, acapkali mengakibat saluran tersumbat, sehingga air sungai saat hujan lebat di kawasan hulu sungai meningkat drastis dan meluap mengakibatkan banjir di Kabupaten Kudus yang telah terjadi beberapa kali.
Sebelum ini, menurut Agus Riawan, upaya bersih-bersih sampah juga sudah beberapa kali dilakukan, seperti bulan lalu di Sungai Nolo, Desa Ngembalrejo dan Sungai Piji, kemudian dilanjutkan di sungai di Kecamatan Gebog."Kami fokus pada aksi lingkungan, saat musim hujan program kami penanaman dan bersih sungai," tambahnya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris mengatakan upaya dikakukan seluruh elemen masyarakat ini diharapkan akan memberikan dampak luar biasa dalam menjaga daerah ini dari bencana banjir, sehingga diharapkan langkah bersih-bersih akan terus berlanjut untuk terus menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, karena tanpa peran masyarakat Kudus, daerah ini akan sulit untuk terjaga keindahannya dan bebas dari bencana, ujar Sam'ani Intakoris di tengah mengikuti kegiatan bersih-bersih sungai tersebut Minggu (15/6).
Keterangan foto:
Aksi bersih-bersih Sungai Gelis di Kabupaten Kudus sebagai upaya mencegah banjir dan menjaga keindahan sungai Minggu (15/6).
Images
Banjir akibat cuaca ekstrem di Kudus merendam 5.596 rumah dan 1.970 hektare sawah serta berdampak pada 43.479 jiwa.
Jumlah warga terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terus bertambah.
Kasus asusila yang terjadi di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus menjadi pembicaraan netizen setelah video yang diambil dari rekaman CCTV di rumah sakit plat merah itu viral.
Keterbatasan akses air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi dan kualitas sumber air yang menurun.
Kedua korban diidentifikasi sebagai Ahmad Syukron Ma’mun dan Muhammad Abraham Dhiyauddin.
863 atlet muda panahan yang jadi peserta berasal dari berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved