Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di wilayah Jakarta dan sekitarnya terjadi karena salah satu alasan kuatnya adalah wilayah itu dialiri 13 sungai yang ditambah pasang air laut atau rob. Dengan demikian, banyaknya bendungan dan juga sodetan sudah dibangun pemerintah belum berhasil meredam banjir.
Penegasan itu disampaikan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, ketika dimintai komentar okeh wartawan terkait bencana banjir besar di kawasan Jabodetabek yang baru saja terjadi.
"Ya yang kita harus tahu, bahwa Jakarta itu dilewati oleh 13 sungai. Bukan hanya Ciliwung saja, tetapi 13 sungai seperti Pesanggrahan, Cipinang, Mookervart, dan lain-lain," kata Jokowi.
Pemerintah, sejak dirinya menjabat presiden, sudah banyak membangun infrastruktur pengendali banjir seperti, Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi di Bogor. Keduanya, menurut Jokowi, merupakan waduk kering untuk menahan air. Tetapi, jika debit airnya terlalu banyak, dua waduk ini tidak akan bisa menampung.
"Sehingga mau tidak mau air harus keluar. Saya memang mendapatkan informasi intensitas hujannya di atas sangat tinggi sekali," kata Jokowi.
Sementara untuk di kawasan Bekasi. Banjir terjadi itu akibat dilewati sungai yang berbeda, yakni Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Karena itu, lanjut Jokowi, banjir di Jakarta dan sekitarnya terjadi, karena memang kedua wilayah itu menjadi tempat turunnya air dari atas lewat sungai-sungai yang disebutkan di atas.
Menurut dia, untuk mengantisipasi banjir Jakarta sldan sekitarnya, pemerintah masih harus bekerja menormalisasi sungai Ciliwung yang kurang 16 km meski sudah membangun Waduk Ciawi dan Waduk Sukamahi dan juga sodetan Ciliwung.
"Harus segera dilanjutkan agar bisa mengurangi. Bahkan setelah Ciliwung rampung, masih ada sungai-sungai lain yang perlu dinormalisasi. Jadi ada 12 sungai lagi yang perlu dinormalisasi. Dan masih ada lagi air laut naik," ungkap Jokowi.
Menurut dia, naiknya permukaan laut setiap tahun berkisar 8-12 cm. Perkiraan satelit NASA, pada tahun 2050-an sepertiga dari Jakarta terkena banjir dari naiknya permukaan air laut dan juga curahan air hujan. Ia pun optimistis, penanganan banjir Jakarta sudah menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. (WJ/E-4)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
Banjir Jakarta 18 Januari 2026 merendam 37 RT. Cek lokasi pengungsian dan titik banjir terkini di sini.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
Di Jakarta Utara, satu RT di Kelurahan Ancol ketinggian air mencapai 25 sentimeter (cm), sementara di Jakarta Barat, tiga RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke dengan ketinggian hingga 60 cm.
Hujan mengguyur ibukota sejak Minggu, 18 Januari 2026 dini hari, membuat sejumlah wilayah terendam banjir. Salah satu titiknya berada di Jembatan Tiga hingga Jalan Pluit Selatan Raya.
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengingatkan semua pihak untuk mewaspadai potensi banjir di wilayah Jabodetabek.
Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan tidak ada istilah untuk banjir kiriman. Ia menegaskan, banjir yang terjadi di ibu kota itu bukan karena air kiriman dari Bogor.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada 7-11 Juli 2025 untuk percepatan penanganan darurat banjir di area Jakarta Raya.
Untuk penanganan banjir di Jabodetabek, BNPB melanjutkan modifikasi cuaca
Hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Tangerang pada Minggu (6/4) sore telah mengakibatkan sejumlah wilayah tergenang banjir.
Menko PMK Pratikno menyampaikan pemerintah serius dalam melakukan penanganan banjir Jabodetabek secara terpadu lintas Kementerian dan Lembaga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved