Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Tengah mulai terkendali, dari 6.899 ekor jumlah ternak yang diduga terinfeksi PMK, sebanyak 2.204 ekor diantaranya telag sembuh dan tidak ada laporan lagi adanya kematian.
Pemantauan Media Indonesia Kamis (30/1) penanganan kasus PMK yang menyerang ribuan hewan ternak di Jawa Tengah terus dilakukan oleh tim kesehatan hewan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain memberikan puluhan ribu dosis vaksin dan penyemprotan disinfektan di kandang serta penutupan sejumlah pasar hewan, tim juga melakukan penyembuhan terhadap ternak yang terpapar.
"Penanganan terhadap hewan ternak terpapar PMK terus dilakukan oleh tim kesehatan hewan, tidak ada lagi laporan kematian," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Rasmiyana.
Hal serupa juga diungkapkan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati Andi Hirawadi bahwa penanganan kasus PMK di daerah ini sudah dilakukan sejak kasus penyakit tersebut mewabah, sehingga hasilnya cukup membaik karena tidak ada lagi hewan ternak yang terpapar setelah sebagian populasi ternak yang ada diberikan vaksin.
Selain dilakukan pengetatan dan pengawasan lalulintas hewan ternak, lanjut Andi Hirawadi, juga penanganan terhadap ratusan ternak yang terpapar yakni dengan pengobatan dan karantina kondisi sudah mulai sembuh serta tidak ada laporan kematian atau disembelih paksa. "Sudah membaik untuk ratusan hewan ternak terpapar," imbuhnya.
Demikian juga Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Grobogan Amin Nur Hatta mengatakan petugas kesehatan hewan terus berupaya keras melakukan pencegahan terhadap hewan ternak terpapar PMK dari mujsi pengawasan lalulintas ternak, penutupan pasar hewan hingga pemberian vaksin, juga dilakukan pengobatan hasilnya cukup baik karena satu per satu mulai sembuh serta tidak ada penularan.
Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Ign Hariyanta Nugraha membenarkan kondisi tersebut, kasus PMK di sejumlah daerah di Jawa Tengah mulai terkendali dengan banyaknya jumlah hewan ternak terpapar PMK sembuh dan tidak ada laporan kematian ataupun disembelih paksa akibat terinfeksi PMK itu.
Berdasarkan data terakhir, ungkap Ign Hariyanta Nugraha, dari jumlah 6.899 ekor hewan ternak di Jawa Tengah terpapar PMK, sebanyak 2.204 ekor telah sembuh, meskipun sempat ada laporan masuk sebanyak 12 ekor lagi terpapar dan 485 ekor telah dinyatakan sembu serta tidak ada laporan adanta ternak yang mati ataupun disembelih paksa.
"Puncak kasus PMK terjadi pada 15-16 Januari lalu, yakni terjadi lonjakan kasus mencapai 899 ekor per hari, tetapi memasuki pekan ketiga Januari jumlah kasus mulai menurun," ujar Hariyanta Nugraha.
Tim kesehatan hewan tang telah diturunkan di sejumlah daerah di Jawa Tengah, menurut Hariyanta Nugraha, selain berupaya melakukan penyembuhan terhadap ternak terpapar PMK, juga melakukan pencegahan dengan memberikan vaksin serta penyemprotan disinfektan di kandang. "Sejumlah daerah juga mengambil langkah penutupan pasar hewan dan pengawasan lalulintas ternak," tambahnya.
Ditanta vaksinasi terhadap ternak, Hariyanta Nugraha mengatakan hingga saat ini vaksi sebanyak 37.333 dosis tejah diberikan kepada hewan ternak yang sehat sebagai upaya pencegahan, disamping itu sebanyak 71.489 liter cairan disinfektan telah didistribusikan ke 272 lokasi, selanjutnya vaksinasi tahap kedua juga akan segera dilakukan beberapa bulan berikutnya sebagai penguatan. (S-1)
GUNA mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, BRI mewujudkannya lewat pemberdayaan klaster usaha 'Klasterkuhidupku'. Program ini menjadi wadah yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku UMKM
PASAR hewan di Jawa Timur (Jatim) yang dinilai masih rawan munculnya Penyakit Mulut Kuku (PMK), jelang Hari Raya Idul Adha diimbau untuk ditutup sementara.
KASUS penyakit, mulut dan kuku (PMK) di Provinsi Bengkulu mencapai 433 kasus. Penyakit ini telah menyerang ternak seperti kerbau dan sapi sejak Januari 2025.
Sebagai langkah preventif, Kementan juga memperketat pengawasan lalu lintas ternak melalui koordinasi dengan Pejabat Otoritas Veteriner (POV).
Dengan adanya pengiriman ini katanya, diharapkan penanganan dan pencegahan meluasnya PMK di Bantul bisa segera diatasi dan dihentikan.
Vaksin ini diharapkan dapat mempercepat program vaksinasi bagi hewan ternak, mengingat pentingnya menjaga kesehatan sapi, kambing, dan domba, jelang Idul Adha
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved