Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sudah dilaksanakan di sejumlah provinsi di Indonesia, belum sepenuhnya berjalan normal. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui program tersebut masih baru berjalan, sehingga belum bisa dievaluasi.
Kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (7/1) Zulkifli mengatakan, terlalu dini bila ada yang menilai program tersebut gagal, apalagi baru berlangsung satu hari.
“Kita tunggu saja dalam beberapa bulan baru kemudian bisa dilakukan evaluasi, terlalu dini kalau menilai sekarang sebab baru berjalan satu hari,” katanya.
Pemerintah akan terus memantau pelaksanaan MBG di semua provinsi di Indonesia. Hasilnya akan dilakukan evaluasi untuk melihat kekurangan dan kelebihan dari program tersebut.
Karena itu, dalam pelaksanaan MBG semua pihak dilibatkan termasuk lintas kementerian. "Mereka memiliki peran untuk kelancaran program MBG,” katanya. (FL/J-3)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved