Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA buruk berupa hujan deras disertai angin kencang terus melanda sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengirimkan bantuan peralatan early warning system (EWS) untuk antisipasi bencana banjir di Kalsel.
Plt Kepala BPBD Kalsel, M Fitri Hernadi, Selasa (24/12) mengatakan saat ini enam kabupaten/kota di Kalsel dalam status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi berupa banjir, angin kencang dan longsor (batingsor). "Sudah ada enam daerah berstatus siaga darurat batingsor. Untuk provinsi kita masih melihat perkembangan beberapa waktu ke depan," tuturnya.
Enam kabupaten/kota di Kalsel yang telah menetapkan Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Bumbu, Kotabaru, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut
Terkait ancaman bencana banjir ini, pada 2025 pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan bantuan peralatan mitigasi berupa sistem peringatan dini banjir. "Alhamdulillah untuk tahun anggaran 2025, Kalsel kembali mendapatkan bantuan peralatan mitigasi bencana berupa sistem peringatan dini banjir sebanyak 11 unit lengkap dengan perangkat digital," kata Fitri.
Bantuan tersebut berupa peralatan desiminasi bencana berupa tower pemancar setinggi 20 meter yang akan dibangun di enam kabupaten/kota rawan banjir dengan jumlah 11 tower dilengkapi pemancar suara peringatan dini terkait informasi awal kebencanaan dengan jangkauan dua kilo meter.
Seperti diketahui bencana banjir besar terjadi di Kalsel pada awal 2021 lalu yang melanda 11 kabupaten/kota yang menimbulkan kerugian sangat besar dengan korban puluhan orang meninggal dunia dan terdampak banjir mencapai ratusan ribu warga. Hingga lumpuhnya ekonomi daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi pada kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana bagi tenaga kebencanaan PT PLN wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengatakan indeks kebencanaan daerah (IKD) Kalsel terus meningkat. "Peningkatan IKD ini selain karena kinerja penanganan bencana dan mitigasi juga sinerja antar stake holder termasuk dukungan sektor swasta," ungkapnya.
Puluhan orang karyawan PT PLN UID Kalsel dan Kalteng mengikuti kegiatan Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Bencana yang digelar BPBD Kalsel, Senin (23/12). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemda dan pihak perusahaan dalam upaya penanggulangan bencana di daerah.
Senior Manager Distribusi PLN UID Kalselteng, Robert Rumsaur mengatakan pelatihan tenaga kebencanaan ini dimaksudkan untuk melindungi berbagai obyek vital seperti infrastrktur kelistrikan di lingkungan PLN serta membantu penanganan bencana bersama pemerintah di daerah. (N-2)
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup akan melakukan audit lingkungan terhadap 182 perusahaan tambang dan sawit yang dinilai menjadi penyebab kerusakan lingkungan dan bencana banjir
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan meningkatkan status kebencanaan menjadi tanggap darurat bencana hidrometeorologi menyusul semakin parahnya kondisi banjir di wilayah tersebut.
BPBD terus menggenjot langkah-langkah strategis untuk meningkatkan mitigasi bencana.
Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat sejumlah wilayah Kalsel saat ini mengalami banjir meliputi Kabupaten Banjar, Balangan dan Hulu Sungai Utara.
(KPK) membeberkan modus dugaan pemerasan terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan tiga orang jaksa di Kalsel. KPK telah menetapkan tiga tersangka
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Kalimantan Selatan menerjunkan 3.800 personel untuk membantu kelancaran dan keamanan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved