Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA pendaki gunung dari Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dinyatakan hilang kontak dalam ekspedisi pendakian Gunung Balease, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Ketiganya dikenal sebagai pendaki senior di kalangan pecinta alam Tasikmalaya dan tergabung dalam komunitas Jarambah QC Tasikmalaya.
"Tiga pendaki hilang kontak saat melakukan ekspedisi bertajuk "Jarambah QC Ewako Koroue'24, Toelangi-Balease-Kabentonu. Para pendaki tersebut bernama Tantan Trianasaputra, 58, lahir Tasikmalaya warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Maman Permana, 44, warga Kelurahan Sambongjaya, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Yudiana, 46, warga Kelurahan Sumelap, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya," ujar Ketua Forum Komunikasi Pecinta Alam Tasikmalaya (FKPAT) Miftah Rizky, Minggu (24/11).
Dia mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi atas hilang kontaknya ketiga pendaki tersebut. Ketiganya masih dalam pencarian tim SAR gabungan di Gunung Balease, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.
"Kami mendapat informasi tiga pendaki senior tergabung dalam komunitas Jarambah QC hilang kontak dari Eiger Adventure Service Team saat berada di Gunung Balease dan setelah mendapat kabar itu langsung crosscheck. Informasi itu benar ada tim mereka yang sedang melakukan ekspedisi ke gunung di Sulawesi Selatan. Hingga kini belum ada kabar," kata Miftah, Minggu (24/11).
Ia mengatakan berdasarkan rencana perjalanan pada 18 November mereka harusnya tiba di basecamp Ulusalu untuk menuntaskan ekspedisi. Namun, sampai 20 November mereka belum juga tiba. Kelompok pencinta alam seluruh Indonesia langsung menanyakan tentang informasi hilangnya ketiga pendaki ini. Dia menambahkan ada dua orang dari Jarambah QC yang berangkat ke Sulawesi Selatan untuk ikut melakukan pencarian. (N-2)
Pendaki asal Magelang Syafiq Ridhan Ali Razan (18) yang dilaporkan hilang sejak 17 hari lalu saat mendaki Gunung Slamet akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hilangnya pendaki Syafiq Ali di Gunung Slamet sempat menyita perhatian publik dan menjadi pengingat tentang risiko pendakian di medan ekstrem.
Penutupan operasi SAR gabungan karena kondisi cuaca buruk yakni intensitas hujan tinggi dan disertai badai serta tim tidak menemukan tanda-tanda jejak survivor.
Pendaki bernama Syafiq Ridhan Ali Razan, 18, merupakan warga Secang, Kabupaten Magelang hilang di Gunung Slamet, Jawa Tengah, sejak Senin (29/12).
Tujuh warga Italia hilang di Nepal setelah longsoran salju menerjang kawasan Dolma Khang di pegunungan Himalaya. Tiga pendaki lainnya telah dipastikan tewas.
JALUR pendakian Gunung Rinjani dari Pelawangan 4 Sembalun ditutup untuk sementara selama proses evakuasi pendaki wanita asal Brasil, JDSP (27), yang jatuh saat mendaki Gunung Rinjani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved