Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMANDO Distrik Militer 0612 Tasikmalaya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Tasikmalaya Kota mewaspadai bencana hidrometeorologi yang dapat menimbulkan longsor, banjir, angin kencang, pergerakan tanah seiring intensitas hujan tinggi melanda berbagai daerah di Jawa Barat. Kesiapsiagaan harus dilakukan semua lapisan masyarakat, agar kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Komandan Kodim 0612 Tasikmalaya, Letkol Arm Yan Octa Rombenanta mengatakan, intensitas hujan tinggi yang terjadi selama ini agar masyarakat harus selalu waspada karena berdasarkan prakiraan cuaca yang bersumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan sudah merata sejak November hingga kondisi tersebut bisa berdampak pada bencana alam.
"Kami sudah melakukan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai bencana, karena selama ini di wilayahnya terdapat potensi ancaman bahaya hidrometeorologi yaitu bencana banjir, longsor, pergerakan tanah dan angin kencang serta banjir rob. Beberapa kali hujan banyak pohon tumbang menimpa rumah dan upaya kesiapsiagaan harus dilakukan semua pihak katanya, Jumat (22/11).
Ia mengatakan, menghadapi persoalan perlu upaya dilakukan pemerintah daerah terutama dalam mengantisipasi dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrim. Karena, pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, PMI, Satpol PP dan relawan harus melakukan langkah supaya bencana ini tidak sampai masyarakat mengalami kerugian dan langkah itu harus cepat diantisipasi.
"Petugas gabungan bersama warga selalu melakukan langkah evakuasi material longsor, pohon tumbang jika terjadi bencana di berbagai daerah di Tasikmalaya dengan cara gotong-royongnya. Namun, upaya yang lainnya bagi TNI, Polri, BPBD, Babinsa, Tagana, PMI akan selalu siap membantu masyarakat mengingat selama ini masih banyak tebing harus diwaspadai," ujarnya.
Sementara itu, Penjabat sementara (Pjs) Bupati Tasikmalaya, Yedi Rahmat mengatakan, intensitas hujan tinggi disertai petir dan angin kencang yang terjadi harus selalu melakukan langkah strategis terutamanya meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi bencana. Namun, para petugas gabungan selalu melakukan langkah dengan cepat dan bagi BPBD harus membentuk desa dan keluarga tangguh bencana.
"Upaya antisipasi daerah dalam menghadapi berbagai tantangan harus dilakukan terutama mengumpulkan data, diskusi, keterlibatan semua stakeholder sangat diperlukan untuk menciptakan program yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan bagi masyarakat supaya mereka meningkatkan kewaspadaan. Karena, memang bencana alam yang terjadi selama ini paling banyak pohon tumbang dan longsor di sejumlah daerah," pungkasnya. (N-2)
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Zakat fitrah adalah kewajiban bagi setiap jiwa Muslim yang mampu sebagai pembersih diri dari sisa-sisa kekhilafan selama berpuasa dan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Kanada ingin terlebih dulu bertemu dengan pebisnis lokal untuk menjajaki peluang investasi.
Daftar titik macet arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Barat. Cek jadwal one way Tol Cipali, titik pasar tumpah Pantura, dan rawan longsor di jalur Selatan Jabar.
Polda Jabar siagakan 26.692 personel gabungan untuk Operasi Ketupat Lodaya 2026. Simak rincian pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat di sini.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved