Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Nasional (Perpusnas) RI mengapresiasi keberadaan ruang terbuka membaca di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti Pesisisr Kota Tegal, Jawa Tengah. Pasalnya, di tempat ini tersedia ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin membaca buku-buka. Tak hanya itu, juga tersedia perpustaakaan berisi aneka ragam buku.
Hal itu disampaikan Koordinator Bidang Pengembangan Budaya Baca dan Literasi Perpusnas RI, Endy Santoso, usai menghadiri bedah buku berjudul 'Ketika Lelah Berbalut Ikhlas' yang ditulis oleh Ries Murdiani. Penulis merupakan seorang guru yang saat ini Kepala SMPN 2 Kota Tegal.
Sedangkan buku yang ditulis tentang kisah Yusqon, yang tak lain merupakan pegiat literasi pendiri TBM Sakila Kerti Pesisir Kota Tegal dan juga Sekolah Terminal Kota Tegal.
"Ini sangat menarik karena siapa saja bisa membaca di ruang terbuka dan perpustakaannya juga tersedia. Tempatnya juga asri masih dalam komplek obyek wisata (Ow) Pantai alam indah Kota Tegal," ujar Edy Santoso, Jumat (1/10/2024) sore.
Edy Santoso menyebut ruang baca terbuka di TBM Sakila Kerti Pesiusir ini, merupakan bagian kiprah dari Yusqon, yang bisa dimanafaatkan bukan hanya orang-orang kalangan atas yang biasa membaca buku di ruang-ruang tetutup seperti di gedung-gedung megah.
"Memabaca buku di ruang terbuka seperti ini sangat menyenangkan bagi semua orang. Bukan hanya bagi masyarakat kalangan bawah tapi juga kangan atas seperti para eksekutif," terang Edy Santoso.
Sedangkan nara sumber bedah buku "Ketika Lelah Berbalut Ikhlas" yakni Budayawan Pantura, Atmo Tan Sidik, dan moderatornya Maufur, yang merupakan Rektor Bhamada, Slawi yang juga Wakil Wali Kota Tegal periode 2004-2009.
Atmo Tan Sidik menyampaikan jika Yusqon memang sosok yang tidak pernah berhenti berkiprah dalan jagat literasi dan kerap disebut oleh tokoh-tokoh di Kota Tegal. Nama Yusqon pernah disebutkan di beberapa buku, seperti buku tentang Wali Kota Tegal Adi Winarso hingga buku karangan seniman Yono Daryono.
"Sesuai isi buku, Yusqon merupakan orang yang tidak pernah lelah di bidang literasi," ujar Atmo Tan Sidik.
Menurut Atmo Tan Sidik, Yusqon bahkan identik dengan pegiat literasi. "Bila orang menyebut nama Yusqon, langsung akan tahu bahwa dia memang pegiat literasi," ucap atmo Tan Sidik.
Pendiri TBM Sakila Kerti Kota Tedgal yang sekaligus pegiat literasi, Yusqon, menuturkan dirinya mengawali kariernya sebagai guru di PGRI dan tahun depan sudah masuk masa pensiun.
Yusqon ingin bedah buku tentang dirinya menjadi momen untuk mengingatkan agar para di mana pun berada, agar gemar menulis dan berkarya.
"Apa saja yang ada di alam pikiran, bisa diimplementasikan atau disalurkan dalam bentuk aksi maupun tulisan," ucap Yusqon. (H-2)
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
GEDUNG baru Perpustakaan Daerah (Perpusda) Soekarno-Hatta, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah memiliki tiga lantai yang dilengkapi beragam fasilitas, termasuk area bermain anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved