Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Tasikmalaya melalui Dinas Kesehatan mewaspadai demam berdarah dengue (DBD) dapat kembali meningkat pada perubahan musim hujan. Peningkatan kasus tersebut, telah mengalami kenaikan dua kali lipat sejak bulan Januari hingga Juli tercatat 1.286 orang menyebabkan 4 meninggal.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, kasus demam berdarah (DBD) yang telah terjadi di daerahnya karena perubahan musim cukup ekstrem dan sudah mulai memasuki musim hujan harus lebih hati-hati. Karena, kasus DBD sekarang ini di berbagai daerah sudah mulai ada kenaikan dan tentunya masyarakat harus waspada.
"Kasus DBD yang terjadi di Kota Tasikmalaya memang pada bulan Januari hingga Juli telah mengalami kenaikan sangat tinggi dan untuk sekarang mulai ada peningkatan. Namun, bagi masyarakat harus tetap mewaspadai terutama menjaga lingkungan karena nyamuk aedes aegypti bisa bertelur pada musim kamarau basah," katanya, Kamis (10/10/2024).
Baca juga : Dinkes Lingga Temukan Dua Kasus DBD di Awal Oktober, Tindak Lanjuti dengan Fogging
Ia mengatakan, perubahan musim sekarang ini memang cukup ekstrem dan masyarakat harus selalu hati-hati mengingat kasus yang terjadi memang setiap harinya bisa berubah dan bertambah karena adanya varian baru. Namun, berbagai langkah pengendalian terus dikendalikan guna menekan kasus DBD bisa berkurang dengan melakukan gerakan satu rumah satu jumantik.
"Kami meminta agar masyarakat tetap selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Karena, peningkatan jentik nyamuk masih banyak ditemukan di dalam rumah, dispenser, gantungan pakaian, lubang pagar bambu dan yang lainnya serta masyarakat harus selalu membersihkan lingkungannya," ujarnya.
Menurutnya, tingginya kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi sudah dua kali lipat kenaikannya pada perubahan musim ekstrem dan harus ada perhatian semua pihak meski pemerintah daerah Kota Tasikmalaya sudah mengeluarkan instruksi dua kali menghadapi serangan nyamuk aedes aegypty. Akan tetapi, langkah yang harus dilakukan sekarang tidak lain membersihkan lingkungan rumah.
"Kasus DBD yang terjadi bagi Dinas Kesehatan masih melakukan berbagai langkah terutama edukasi tentang bahayanya nyamuk aedes aegypty kepada masyarakat dan melakukan upaya lain dengan membersihkan sampah, barang bekas. Namun, Dinas Kesehatan sudah menyiapkan pengasapan (fogging) terutama di beberapa lokasi tapi jika masyarakat abai dalam kebersihan jentik nyamuk akan tumbuh dewasa," pungkasnya.
Demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Gejala utama DBD adalah demam tinggi mendadak hingga 39°C, yang diikuti dengan nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, dan muntah.(H-2)
Kasus super flu dan demam berdarah dengue (DBD) selama musim hujan menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kasus DBD pada Januari 2026 yakni dua kasus dari wilayah kerja Puskesmas Selatpanjang, satu kasus dari Puskesmas Alai dan Puskesmas Kedabu Rapat.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Dinkes melibatkan remaja untuk menciptakan konten yang relevan dan menarik. Hal ini tidak hanya meningkatkan jangkauan, tetapi juga meningkatkan keterlibatan.
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Cirebon meningkat pada Maret 2025.
Intensitas hujan yang tinggi ini turut menjadi faktor pendongkrak kasus DBD di Kota Denpasar.
Dinkes telah mendapat laporan kasus chikungunya yang terjadi sejak bulan Januari hingga Mei di 10 Kelurahan tercatat ada 80 orang.
Setiap harinya tercatat 12 orang harus dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Dr Soekardjo, dan rumah sakit lainnya.
Dinkes Tasikmalaya mengatakan demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya masih mengalami peningkatan sejak bulan Januari hingga Oktober tercatat 1.567 orang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved