Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemilih muda mempunyai andil besar dalam menentukan masa depan suatu daerah dan bangsa melalui proses Pemilu baik pemilihan presiden (pilpres), pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sosial media dan platform digital ikut mempengaruhi arah pilihan generasi muda khususnya Gen Z dan milenial.
Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, Banjarmasin, Afif Khalid, di sela-sela Stadium General bertema Inspirasi Pemilih Muda Modern dan Berwawasan Luas di Aula Kopertis, Banjarmasin, Kamis (26/9).
"Berdasarkan data pada Pilpres dan Pileg kemarin jumlah pemilih muda mencapai 60% atau mencapai 114 juta pemilih. Demikian juga dalam Pilkada serentak 2024 ini, jumlah yang besar ini punya andil besar menentukan pemimpin dan masa depan daerah," ungkap Afif di hadapan sekitar 500 orang mahasiswa baru FH Uniska Banjarmasin.
Baca juga : Pemilih Pemula Baiknya Pilih Capres yang Junjung Tinggi Etika
Dikatakan Afif, pihaknya mendorong agar para pemilih muda dapat berpartisipasi aktif dengan menggunakan hak pilih mereka serta memilih secara bijak. "Jangan sampai salah pilih, pemimpin yang bermasalah dan akan merugikan daerah dan masyarakat di kemudian hari," ujarnya.
Stadium General yang digelar secara offline dan daring ini berkerjasama dengan Telkomsel Area Pamasuka. Vice President Consumer Busines Area Pamasuka, Muharlis mengatakan pihaknya mendorong masuknya ekosistem digital ke dalam dunia pendidikan termasuk lingkungan kampus.
Muharlis mengatakan Generasi Z menghabiskan waktu hingga 6 jam sehari menggunakan plafom digital dan terbanyak media sosial. "Kita mendorong agar generasi muda dapat menggunakan plaform digital maupun media sosiap secara baik dan bijak. Membangun kepribadian dan menambah ilmu
pengetahuan bahkan bisnis," ujarnya.
Baca juga : Pemilih Muda Cenderung Berpikir Rasional, Muak dengan Gimik
Senada, keberadaan sosial media ikut mempengaruhi pilihan pemilih muda dalam pemilu. Stadium General ini dibuka Wakil Rektor Uniska Banjarmasin, Siti Erlina. Acara ini juga ditandai dengan MoU antara Telkomsel dengan FH Uniska dan kampus Uniska MAB Banjarmasin. (N-2)
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu lokal harus tetap dilaksanakan, meskipun terdapat sejumlah persoalan teknis dalam implementasinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved