Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SITUASI darurat gengster terjadi di Kota Semarang. Setidaknya ada 29 kelompok gengster di ibu kota Jawa Tengah ini dan 11 kawasan menjadi zona merah karena sering menjadi lokasi tawuran yang bisa membahayakan warga.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (23/9), aksi brutal gengster di Kota Semarang menjadi sorotan setelah pada Selasa (17/9) lalu tawuran antarkelompok gengster muncul hingga menimbulkan korban jiwa dan luka, baik dari pihak mereka yang terlibat perkelahian massal, maupun di pihak warga.
Berdasarkan data yang dihimpun setidaknya ada 29 kelompok gengster di Kota Semarang yang tersebar di berbagai kawasan di Kota Semarang. Sebagian besar anggota telah berhasil digulung petugas kepolisian.
Baca juga : Polisi Tangkap Delapan Pelaku Tawuran Tewaskan Satu Orang di Semarang
Tercatat di Polrestabes Semarang dalam kurun Januari-September ada 117 anggota gengster telah diamankan.
"Dalam sepekan terakhir ada lima kejadian melibatkan 49 anak dan 23 anak telah ditahan, serta satu orang korban jiwa akibat salah sasaran yakni mahasiswa Udinus Semarang asal Jepara Muhammad Tirza Nugroho Hermawan," kata Kepala Polrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Senin (23/9).
Kelompok gangster perlu segera diberantas agar dapat tertangani. Sebab, Irwan Anwar menyebut kasus perkelahian gengster hingga mengakibatkan korban jiwa ini sangat meresahkan masyarakat. Dibutuhkan pula kerja sama seluruh pihak untuk menumpas gengster.
Baca juga : Gagal Maju di Kendal, Balada Dico Terombang-ambing di Pusaran Pilkada
"Kasus gangster tidak mungkin dibiarkan saja karena justru akan semakin meresahkan masyarakat," imbuhnya.
Puluhan nama gengster dengan anggota 15-30 orang per kelompok pada umumnya remaja dan anak-anak tersebar di masyarakat Jira Semarang seperti Mr Bean, Boncil#95, Anjay 165, Remaja 021 Kepyak, Official 019, Asik Medoho, Allstar Kp Batik, Official 102, Sukun Stress, Gengster Manyaran, dan Punokawan.
Selain itu ada nama Enjoy Belanda, Official 02 Sambiota, Pandangan 111, Nolgenk, 2 Kampung, Bomber 195, Gengster 69, Bradil, Mecil, Petir, CTS 246, Official Bangetayu, Gengster Candi, Selatan Stress, Gengster Army, Gengster Slow, Gengster Partai, dan Gengster Simponi Orang Stress.
Sementara itu selain puluhan nama gengster yang tersebar, juga setidaknya terdapat 11 zona merah karena kerap menjadi lokasi ajang tawuran seperti Sampangan, Kelud, Genuk, Jalan Arteri, Jalan MT Haryono, Jalan dr.Cipto, Semarang Utara, Gunung Pati, Gayamsari, Tembalang, dan Pedurungan. (AS/J-3)
Jose Adolfo Macias Villamar, pemimpin geng narkoba Los Choneros berhasil ditangkap setelah kabur dari penjara selama satu tahun.
Polisi Ekuador menangkap empat tersangka terkait serangan bersenjata di arena sabung ayam di komunitas La Valencia, Provinsi Manabí, yang menewaskan sedikitnya 12 orang.
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mengecam deportasi lebih dari 200 migran Venezuela ke penjara mega di El Salvador, menyebutnya sebagai "penculikan."
Departemen Kehakiman AS ungkap rincian tambahan mengenai deportasi yang dilakukan pemerintahan Trump terhadap migran yang dituduh memiliki hubungan dengan geng Venezuela.
Gedung Putih membantah tuduhan mereka mengabaikan putusan hakim dalam deportasi 261 orang yang diduga anggota geng ke El Salvador.
Rekomendasi Ombudsman RI akan diterbitkan apabila dalam tahap resolusi monitoring setiap laporan masyarakat tidak diselesaikan dalam batas waktu yang telah ditetapkan.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Banjir setinggi 40-60 sentimeter itu membuat sejumlah pabrik di kawasan tersebut terpaksa memulangkan pekerja lebih awal
Banjir tersebut terjadi setelah hujan lebat mengguyur kawasan Semarang sejak pukul 16.00 WIB hingga 18.30 WIB. Banjir yang terjadi mencapai ketinggian 10-60 centimeter.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai mengoperasikan pompa air tenaga surya berkapasitas total 2 x 125 liter per detik sebagai bagian dari sistem pengendalian rob dan banjir.
Hingga November 2025, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 7,6 juta orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved