Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 3.000 bibit mangrove atau bakau ditanam di Kawasan Pesisir Lantebung, Kota Makassar, yang memang dikenal sebagai kawasan wisata hutan bakau. Penanaman mangrove tersebut sebagai salah satu upaya menurunkan emisi karbon dan menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Makassar.
Bibit mangrove yang ditanam adalah jenis Rhizopora spp dan Soneratia spp. Penanaman bibit dilaksanakan bersama dengan Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia dan kelompok masyarakat lokal pesisir pengelola Kawasan mangrove Lantebung.
Data Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, RTH di Kota Makassar baru 11,47% hingga akhir Desember 2023 lalu, sementara targetnya 30% atau melingkupi 5.273,1 hektare lahan untuk RTH di Makassar.
Baca juga : Dukung Go Green Pelindo IV Tanam Seribu Mangrove di MNP
"Sehinga kita lakukan penanaman mangrove yang disebut dapat berkontribusi pada serapan karbon sebesar 1.025 ton per tahun, dan menambah RTH Kota Makassar," sebut President Director PT Sankyu Indonesia International, Ikuo Morino, di sela-sela penanaman mangrove, Kamis (12/9).
Penanaman bibit mangrove ini, sebagai tindak lanjut dari perjanjian kerja sama program restorasi mangrove dan mitigasi bencana serta perubahan iklim yang ditandatangani PT Sankyu Indonesia International dan Yayasan Kehati yang bergerak pada program pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia dan pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.
Kegiatan restorasi ini sangat penting mengingat Kawasan Mangrove Lantebung merupakan satu-satunya areal hutan mangrove tersisa di Kota Makassar. Penanaman mangrove berfungsi untuk mengembalikan fungsi-fungsi ekologis dan fisik hutan mangrove sebagai daerah penyangga dari ancaman erosi dan abrasi pantai, sekaligus sebagai daerah asuhan, dan perkembangbiakan berbagai biota laut lainnya.
Baca juga : Kota Makassar Sabet 3 Penghargaan Bergengsi di Ajang Apresiasi Pemasaran Pariwisata Indonesia 2024
Direktur Eksekutif Yayasan Kehati, Riki Frindos menjelaskan, Program Mangrove Blue Carbon tidak hanya memberikan dampak ekologis, namun juga ekonomi dan sosial.
"Sudah banyak masyarakat yang merasakan dampak dari program konservasi mangrove, mulai dari kegiatan edukasi, penelitian, ekowisata, kuliner, dan lain-lain. Kami berharap kegiatan ini dapat berhasil dan menjadi pembelajaran bagi daerah lain di seluruh
Indonesia," jelasnya.
Selain di Makassar, Program Mangrove Blue Carbon sendiri sudah dijalankan di beberapa wilayah di Indonesia, seperti di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan Kabupaten Pandeglang, Banten. (N-2)
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Minggu (1/3), penerbangan kedatangan rute Jeddah–Makassar yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air sukses mendarat dengan selamat membawa sebanyak 386 penumpang.
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Hujan deras menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Makassar. BPBD mengevakuasi warga dan mengaktifkan sistem peringatan dini untuk mencegah dampak lebih luas.
petugas menyisir lapak demi lapak di area dalam pasar. Sampel makanan diambil langsung dari pedagang, lalu diuji di tempat menggunakan metode rapid test
Harga pangan di Pasar Terong terpantau relatif stabil dengan pasokan yang mencukupi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved