Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PLN Unit Layanan Pengadaan (ULP) Lembata, Nusa Tenggara Timur, Jumat (23/8) kembali menyambungkan aliran listrik ke rumah Kosmas Andreas Ally, 47, yang akrab disapa Kosi.
Kediaman difable trampil asal Desa Labalimut, Kecamatan Nagawutun, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur itu gelap gulita lebih dari satu tahun. Sejak, 2 Februari 2023, lalu meteran listrik di kediaman Kosi diputuskan PLN karena adanya indikasi pencurian arus listrik. Setelah kasus ini diangkat Media Indonesia, pihak PLN pun merespons dengan sangat humanis.
Manager ULP Lembata, Daniel Anton Meok, menginisiasi pertemuan dengan Kosi. Keduanya membicarakan hal-hal penting berkaitan sanksi administrasi pemutusan sambungan listrik dan menjanjikan pemasangan segera.
Baca juga : Penyidik Kejari Lembata Sita 3 Boks Dokumen dari Dua Lokasi Terduga Korupsi
"Prinsipnya kehadiran PLN untuk membantu masyarakat. Kita juga tentu punya alasan memberi sanksi tersebut. Namun setelah bertemu, kami kemudian memutuskan untuk segera memasang kembali sambungan listrik ke rumah Pak Kosi. Mudah-mudahan kejadian ini memberi hikmah penting," ungkap Daniel.
Sementara itu, dari Desa Labalimut, Kecamatan Nagawutun, Kosi menghubungi Media Indonesia dengan nada haru. Pria difabel ini mengabarkan, ia sangat terkejut sebab listrik di rumahnya ternyata sudah menyala usai pertemuannya dengan pihak PLN di kota Lewoleba, 30 km dari desa Lamalimut.
"Listrik sudah menyala Pak. Terimakasih banyak buat Media Indonesia dan PLN Lembata yang sudah memberi kami kesempatan menikmati listrik lagi. Pihak PLN sambung kembali listrik pada hari Rabu, 21 agustus 2024, saat kami sedang pertemuan dengan pak Kepala PLN Lembata di Lewoleba," ujar Kosi melalui saluran telepon. (N-2).
Petugas Pos Pengamat Gunung Lewotolok, Syawaludin, mengatakan gunung dengan ketinggian 1.423 meter di atas permukaan laut itu masih berada pada status Siaga atau Level III.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved