Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA atlet panahan muda asal Kepulauan Riau (Kepri) berpeluang mengejar kesempatan besar untuk berlaga di Youth Olympic 2026 yang akan diselenggarakan di Senegal.
Ketiga atlet tesebut kini sedang mengikuti seleksi nasional yang diadakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk masuk ke dalam Pelatnas Olimpiade. Hingga saat ini, mereka telah berhasil melewati dua dari tiga tahap seleksi yang cukup ketat, dengan seleksi terakhir dijadwalkan akan berlangsung pada akhir Agustus 2024.
Ketiga atlet muda ini, yaitu Naila, Aqila, dan Gempar, yang merupakan siswa dari SMP Ulil Albab di Kepri.
Baca juga : Indonesia Mainkan Laga Perdana Olimpiade Paris 2024 Hari Ini, 25 Juli 2024
Naila, 14, telah menunjukkan prestasi luar biasa dengan lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Ia telah mencuri perhatian melalui penampilannya di kejuaraan daerah antarpelajar Provinsi Kepri. Di kejuaraan tersebut, ia berhasil meraih sejumlah penghargaan. Naila dianggap sebagai salah satu atlet muda dengan potensi besar untuk meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Aqila, rekan satu sekolah Naila, juga tidak kalah berprestasi. Meskipun usianya masih muda, Aqila telah berkompetisi dengan semangat tinggi di berbagai ajang kompetisi panahan. Ia kini bersiap untuk menghadapi seleksi terakhir dengan harapan bisa mengikuti jejak Naila dalam meraih tempat di Pelatnas Olimpiade.
Sementara itu, Gempar, siswa SMP Ulil Albab lainnya, juga menunjukkan bakat luar biasa dalam olahraga panahan. Ia telah berusaha keras untuk bersaing dengan atlet dari daerah lain, dan kini tinggal selangkah lagi untuk mewujudkan mimpinya masuk ke Pelatnas.
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, yang juga menjabat sebagai Ketua Cabor Perpani Koni Kepri, menyatakan rasa bangganya terhadap ketiga atlet muda ini. Menurut Razak, selama ini belum pernah ada atlet dari Kepri yang berhasil masuk ke Pelatnas untuk mengikuti even sebesar Olimpiade. Ia berharap, ketiga atlet ini bisa membawa nama harum Kepri dan Indonesia di kancah internasional.
"Masyarakat Kepri harus memberikan dukungan dan doa kepada ketiga atlet muda tersebut agar mereka berhasil mencapai impian mereka untuk berlaga di Olimpiade Youth 2026, serta mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia," katanya, Rabu (21/8). (HK/J-3)
MEMASUKI awal tahun 2026, tekanan inflasi di Kepulauan Riau (Kepri) perlu diwaspadai seiring masih tingginya harga pangan serta tren kenaikan harga emas dunia.
BMKG Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Kepulauan Riau (Kepri).
PERKEMBANGAN transaksi digital di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan lonjakan signifikan.
NILAI impor Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Oktober 2025 tercatat mencapai US$1.866.025.235,82.
Bea Cukai Kepulauan Riau berhasil menggagalkan penyelundupan 281.583 benih bening lobster di Perairan Utara Bintan.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap masyarakat sekitar yang telah mendukung keberlangsungan usaha tambak udang vaname di Desa Lanjut.
Diananda baru mengetahui sedang mengandung tepat sebelum melakoni laga final panahan.
Kejurnas diikuti 1.360 atlet dari 116 klub panahan.
Timnas panahan Indonesia menyabet 4 medali emas dan 1 perunggu di nomor recurve. Di nomor compound, tim berhasil memenangkan 2 emas dan 1 perunggu.
Cabang triathlon melalui nomor duathlon mixed team relay sukses mempersembahkan emas bagi Indonesia.
Tambahan emas pertama datang dari arena triathlon melalui nomor duathlon estafet putri.
Diananda Choirunisa sukses mengamankan podium tertinggi SEA Games 2025 di dua nomor sekaligus, yakni recurve perseorangan putri dan recurve beregu putri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved