Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA adalah rumah bagi dua spesies gajah, yaitu Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang merupakan subspesies gajah Asia dan Gajah Kalimantan (Elephas maximus borneensis) yang juga subspesies gajah Asia namun dengan populasi yang sangat terbatas. Kedua spesies ini menghadapi ancaman serius yang memerlukan tindakan konservasi segera untuk mencegah kepunahan mereka.
Gajah Sumatera, yang ditemukan di Pulau Sumatera, adalah spesies yang sangat terancam punah. Menurut data dari World Wildlife Fund (WWF) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), populasi Gajah Sumatera saat ini diperkirakan berada pada angka 1.300-1.500 ekor. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya dimana populasi gajah di Sumatra mencapai ribuan ekor.
Sedangkan, Gajah Kalimantan memiliki populasi yang jauh lebih kecil, dengan perkiraan hanya sekitar 80-100 ekor yang tersisa di alam liar. Gajah Kalimantan tersebar di wilayah utara Kalimantan, terutama di daerah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia.
Baca juga : Seekor Gajah Sumatra Lahir di Pusat Konservasi Gajah Riau
Semakin berkurangnya populasi gajah di Indonesia terjadi karena ancaman yang diciptakan oleh ulah manusia.
Untuk menghadapi berbagai ancaman ini, maka telah hadirlah upaya pembentukan kawasan konservasi bagi habitat dan spesies gajah.
Way Kambas merupakan salah satu kawasan konservasi gajah yang paling terkenal di Indonesia. Taman nasional ini adalah rumah bagi sekitar 200-300 ekor Gajah Sumatera. Selain menjadi tempat perlindungan, Way Kambas juga memiliki Pusat Latihan Gajah yang digunakan untuk pelatihan dan penyelamatan gajah liar yang terlibat dalam konflik dengan manusia.
Baca juga : Seekor Anak Gajah Betina Lahir di Riau
Gunung Leuser adalah salah satu kawasan konservasi terluas di Sumatra dan bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Kawasan ini merupakan habitat penting bagi Gajah Sumatera, bersama dengan spesies langka lainnya seperti orang utan dan harimau Sumatra.
Taman Nasional ini berfokus pada pengelolaan habitat, patroli anti perburuan, dan pengurangan konflik manusia dengan gajah.
Suaka margasatwa ini didirikan untuk melindungi habitat Gajah Sumatera yang terancam oleh kegiatan manusia. Di sini, gajah-gajah yang terlibat konflik dengan manusia sering dipindahkan dan dilepaskan kembali ke alam liar di kawasan yang lebih aman.
Seblat adalah kawasan konservasi yang berperan penting dalam pelestarian Gajah Sumatera. Kawasan ini juga memiliki pusat pelatihan dan rehabilitasi gajah yang bertujuan untuk menyelamatkan gajah yang terluka atau terlibat konflik dengan manusia. (Z-3)
Seekor anak Gajah Sumatra dari populasi liar ditemukan mati di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tepatnya di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I
Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) mengintensifkan penyelidikan untuk membongkar jaringan di balik pembunuhan seekor gajah Sumatera di Provinsi Riau.
TNWK merencanakan penguatan infrastruktur pengamanan kawasan, meliputi pembangunan tanggul dan kanal, pagar pengaman, tembok penahan tanah, serta pembatas permanen.
Penghentian program gajah tunggang di Bali Zoo mulai diberlakukan secara permanen sejak 1 Januari 2026.
Tujuh gajah Asia liar tewas setelah tertabrak kereta ekspres di Assam, India.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan perlunya perubahan cara berpikir dan pendekatan mendasar dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia menuntut keterlibatan nyata lintas generasi, khususnya generasi muda.
KLH/BPLH menentapkan dua desa bagi sebagai desa konservasi untuk perlindungan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di kawasan Sungai Mahakam,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved