Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI turun-temurun membakar lahan untuk berkebun saat musim kemarau masih terjadi di Provinsi Bangka Belitung (Babel).
Untuk itu. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bangka Belitung (Babel) Mikron Antariksa meminta kebiasaan masyarakat tersebut dikurangi untuk mengantisipasi Karhutla.
"Kita minta masyarakat kurangi bakar lahan untuk membuka kebun atau lahan pertanian, karena sangat berbahaya dapat menimbulkan
karhutla," kata Mikron. Minggu (30/6).
Baca juga : Kebakaran Hutan di Gunung Bromo Berhasil Dipadamkan, Penyebabnya Masih Misteri
Ia mengaku, Bangka Barat merupakan Kabupaten yang masyarakatnya kerap bakar lahan untuk pertanian. Karena sudah menjadi tradisi turun-temurun.
"Di Bangka Barat. Masyarakat memiliki kebiasaan saat musim panas, baru membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.
Menurut dia, tidak ada aturan yang membolehkan buka lahan dengan cara dibakar, namun karena pertimbangan ekonomi warga yang masih rendah, ada beberapa syarat yang wajib dilakukan pada saat buka lahan.
Baca juga : Kebakaran kembali terjadi di Kawasan Gunung Papandayan Garut
"Sebenarnya aturan dari Pemerintah Pusat tidak ada satu pun yang mengizinkan membuka lahan dengan cara membakar, namun kita juga perlu menghargai tradisi yang sudah ada di masyarakat dan ini juga melalui pola yang sudah ditentukan dan disepakati bersama agar tidak menimbulkan karhutla secara luas," imbuh dia.
Pembatasan aktivitas pembakaran lahan dilakukan dengan cara sebelum membakar, warga perlu melakukan penyekatan lahan agar api tidak meluas ke lahan di sekitar dan selama membuka lahan harus ditunggu.
"Kami tidak menganjurkan, karena dalam aturan undang-undang tidak diperbolehkan untuk membakar," tegasnya.
Guna mencegah masyarakat membakar lahan untuk berkebun pihaknya mengajak masyarakat bersama sama mencegah karhutla.
"Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla, karena dengan peran serta masyarakat saya yakni masyarakat akan sadar bahaya karhutla," ucap dia. (H-2)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau pada periode Januari-Februari 2026 mencapai 4.400 hektare dan 94% di antaranya berada di lahan gambut (4.173,82 ha).
KABUT asap dilaporkan menyelimuti Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (11/3) pagi.
Rencananya jumlah yang dialokasikan untuk NTB ada 8.261 unit, tetapi setelah diverifikasi jadi 5.100 unit pompa air.
Kementan menargetkan percepatan pemasangan pompa di lahan-lahan tadah hujan Pulau Jawa yang masih kering akibat dampak El Nino panjang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved