Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK cara untuk menyayangi dan memuliakan anak yatim. Salah satunya, dilakukan Pj Bupati Muaro Jambi yang baru selesai menjabat, Bachyuni Deliansyah. Dia bersama istrinya mengajak puluhan anak yatim piatu untuk belanja di salah satu mal di Kota Jambi, Kamis (30/5).
Anak-anak berusia 7-14 tahun yang sudah tak punya kedua orang tua itu dibiarkan membeli apa saja yang mereka suka dengan uang yang telah diberikan. Mereka pun tampak senang berpencaran mencari barang yang disukainya.
Meskipun, beberapa di antara mereka, ada yang berdiam diri seperti tak tahu apa yang harus dibelinya. “Saya tak tahu harus beli apa. Mungkin uang ini akan saya tabung untuk bekal saya nanti,” ujar Ardiansyah, 14, salah satu anak yatim yang tinggal di Ponpes Al Wasliyah Muaro Jambi.
Baca juga : Dispar Banten, DPRD Banten, dan Pemkab Yangerang Gelar Buka Puasa Bersama di Park Serpong
Bachyuni yang melihat anak itu terharu dan langsung menghampirinya. “Adek, uang yang diberikan kepada ade itu untuk dibelikan apa saja yang ade suka. Bukan untuk ditabungkan. Nanti kalau Bapak dapat rizki lagi, adek akan bapak kasih khusus buat nabung ya,” kata Bachyuni.
Menurut Bachyuni yang saat ini kembali menjabat Kepala Pelaksana BPBD Propinsi Jambi itu, kegiatan yang dilakukannya semata-mata panggilan hati untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikannya, baik berupa harta maupun kesehatan.
Dalam pandangan dia, salah satu wujud bersyukur itu adalah dengan cara berbagi baik harta yang diperolehnya maupun berbagi kebahagiaan dan kesenangan dengan orang lain. Salah satunya berbagi dengan anak-anak yatim yang sudah ditinggal orang tuanya itu.
Baca juga : Buka Perwakilan Palestina, Sahabat Yatim Buat Program Perlindungan Anak-Anak Palestina
Apalagi, kata Bachyuni, mereka adalah anak-anak yang masih sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian. Tapi, di sisi lain, dirinya mengaku bangga anak-anak yatim itu tampak begitu tegar dan sabar menghadapi nasib yang dialaminya.
“Dari situlah saya terpanggil mengajak adek-adek yatim. Selain dalam rangka bersyukur kepada Allah, juga dalam rangka menunaikan salah satu pesan Allah dalam Alquran untuk selalu memuliakan anak yatim. Mereka punya tempat khusus di mata Allah yang tak boleh diabaikan,” ungkapnya.
Salah satu cara untuk memuliakan itu, kata Bachyuni, adalah dengan membuat mereka senang, gembira dan bersemangat dalam menghadapi hidup ini. “Hari ini mungkin mereka disantuni, tetapi suatu saat nanti bukan mustahil mereka yang akan menyantuni,” tegasnya.
Bachyuni mengakui, apa yang dilakukannya juga terkait dengan rencana dirinya untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci pekan depannya. “Saya merasa tidak afdhol ibadah haji jika sebelum berangkat tidak pamit dan memohon doa dulu dari adek-adek yatim itu. Termasuk, sebelum berangkat haji, saya ingin menyenangkan dan membahagiakan mereka dulu,” ungkapnya. (H-2)
Para anak yatim tampak senang lantaran mereka bisa menyantap makanan di salah satu resto di Kota Bandung.
Ia juga diundang ke TikTok Live Fest dan TikTok Awards Indonesia 2024 sebagai Top Creator Live TikTok.
Sejak awal berdirinya pada 2009, The Amaroossa Bandung telah berkembang menjadi destinasi favorit bagi wisatawan, pasangan, dan keluarga.
Kegiatan sosial tersebut dilakukan dalam rangka syukuran bersama anak yatim di Kabupaten Bandung
Menurut Hasnur, memuliakan anak yatim adalah bagian dari kewajiban sosial dalam Islam yang tak boleh diabaikan.
Sahabat Yatim bersama SalingJaga dan Kitabisa menggelar acara Beyond the Pound dengan tema Perempuan Bergerak, Perempuan Berdampak di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/8).
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved