Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 52 orang pengungsi erupsi Gunung Ibu, di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara menderita infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, akibat dari hujan abu yang mengguyur daerah tersebut. Rabu (29/5).
Pos kesehatan tanggap darurat erupsi gunung ibu memastikan, infeksi saluran pernapasan yang diderita pengungsi akibat dari abu vulkanik yang melanda kawasan permukiman warga, serta kawasan pengungsian di Kecamatan Ibu.
Lebih dari 52 pasien penderita ISPA tersebut didata per hari ini Rabu 29 mei 2024, dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00 waktu indonesia Timur. Selain Ispa, sejumlah pengungsi lainnya juga mengeluhkan sakit lambung, alergi kulit, sakit kepala dan diare.
Baca juga : Gunung Lewotobi Kembali Erupsi, 6550 Jiwa Warga Telah Mengungsi
Pos kesehatan tanggap darurat Erupsi Gunung Ibu mengatakan jumlah pasien tersebut akan terus bertambah, lantaran erupsi Gunung Ibu masih terjadi dan mengguyur wilayah pengungsian.
Untuk itu, seluruh warga dihimbau menggunakan masker agar terhindar dari paparan abu vulkanik. Selain itu Warga juga diminta tidak beraktivitas di radius 7 kilometer dari kawah gunung ibu, karena status Gunung ibu saat ini masih berada pada level awas.
(Z-9)
Adapun bandar udara di sekitarnya seperti Bandar Udara Sultan Babullah, Bandar Udara Buli, Bandar Udara Marimoi tidak terdampak erupsi Gunung Ibu dan bandara tetap beroperasi.
BNPB menyebut pemerintah daerah setempat berencana akan memulangkan pengungsi kembali ke rumah masing-masing mulai Rabu (29/1).
PROSES evakuasi yang masih terus berlangsung membuat jumlah warga yang mengungsi dari zona bahaya Gunung Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara bertambah menjadi 664 jiwa
BNPB melaporkan pemutahiran erupsi Gunung Ibu di Halmahera Barat. Gunung Ibu teramati masih terus erupsi dengan variasi ketinggian kolom 400 sampai 1.500 meter
SELURUH warga dari enam Desa di Kecamatan Tabaru, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara akan dievakuasi menyusul adanya peningkatan erupsi Gunung Ibu.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved