Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
ANCAMAN bencana hidrometeorologi masih menghantui Kota Sukabumi, Jawa Barat. Cuaca yang kadang-kadang ekstrem dapat berujung pada kejadian bencana.
Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (16/5) petang hingga malam. Hujan deras yang turun di sebagian wilayah Kota Sukabumi menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat Taupik menyatakan bahwa meskipun saat ini berada dalam siklus kemarau, potensi bencana hidrometeorologi masih tetap mengancam. Cuaca masih dianggap ekstrem.
Baca juga : Status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Sukabumi hingga Oktober
"Pada Kamis sore, hujan deras terjadi dan banyak laporan mengenai bencana di beberapa lokasi," ujar Novian, Jumat (17/5).
Berdasarkan data yang diterima oleh BPBD, terdapat 11 lokasi yang dilaporkan mengalami bencana. Banjir menjadi peristiwa yang paling sering terjadi, menyebabkan beberapa permukiman warga terendam.
"Ada delapan titik banjir dan tiga kejadian ambruknya tembok penahan tebing," ungkap Novian.
Baca juga : Diguyur Hujan, Bencana Hidrometeorologi Landa Sukabumi
Novian menyatakan bahwa berbagai bencana akibat cuaca ekstrem sudah ditangani pada Kamis malam. Kebanyakan banjir disebabkan oleh saluran air yang tersumbat.
"Tidak ada laporan tentang korban luka atau meninggal dunia dalam kejadian ini," tambahnya.
BPBD terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat hujan masih berpotensi terjadi.
"Harapannya agar masyarakat tetap waspada menghadapi potensi tersebut," tutup Novian. (Z-10)
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
MENTERI Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, meninjau jalur kereta api yang kembali terendam banjir di rute Stasiun Pekalongan hingga Sragi, Jawa Tengah, Rabu (21/1).
Lestari mengungkapkan bahwa pada penghujung 2025, sejumlah pakar sebenarnya telah menyampaikan peringatan mengenai potensi hujan lebat, fluktuasi cuaca, serta dampak perubahan iklim.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang menyebut dampak hujan lebat mengguyur setidaknya terdapat 10 kejadian bencana yakni ada 6 kawasan longsor dan 4 kawasan banjir.
MENTERI Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung jalur kereta api lintas Pekalongan-Sragi, Jawa Tengah, yang terdampak banjir akibat cuaca ekstrem, Rabu (21/1).
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
Peran aktif masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan dapat meminimalisir risiko dan dampak bencana akibat cuaca ekstrem, sehingga keselamatan dan keamanan bersama tetap terjaga.
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
BPBD Kabupaten Bantul masih mewaspadai ancaman bencana Hidrometeorologi akibat cuaca ekstren. Mitigasi bencana disiapkan, mulai dari pembentukan posko di setiap kelurahan.
BNPB mencatat 140 kejadian bencana alam di Indonesia pada awal tahun 2026 yang didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved