Rabu 11 Januari 2023, 23:20 WIB

Status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Sukabumi hingga Oktober

Benny Bastiandy | Nusantara
Status Siaga Bencana Hidrometeorologi di Sukabumi hingga Oktober

MI/Benny/DOK.BPBD
BPBD Sukabumi melaksanakan aksi mitigasi aliran Sungai Cisuda di Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, beberapa waktu lalu.

 

STATUS siaga banjir dan tanah longsor di Kota Sukabumi, Jawa Barat, masih berlaku hingga Oktober 2023. Pertimbangannya karena prediksi curah hujan masih terjadi hingga beberapa bulan ke depan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Imran Wardhani, menjelaskan siaga banjir dan tanah longsor ditetapkan sejak Maret 2022. Mengingat bencana banjir dan tanah longsor masih berpotensi, lanjut Imran, hingga beberapa bulan ke depan masih berlaku.

"Sampai sekarang hujan masih terjadi sehingga berpotensi banjir dan tanah longsor. Status siaga banjir dan tanah longsor masih berlaku hingga Oktober 2023," tutur Imran di Sukabumi, Rabu (11/1).

Sejauh ini di Kota Sukabumi, banjir dan tanah longsor masih mendominasi kejadian bencana. Karena itu, perlu kewaspadaan dari semua pihak terhadap potensi bencana.

"Kalau prediksi, hujan akan terjadi hingga Februari. Jadi perlu kewaspadaan karena hujan disertai angin," tuturnya.


Baca juga: Gunung Kerinci di Jambi Masih Semburkan Abu Tebal


Masyarakat pun terus diingatkan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Terutama warga yang rumahnya berada di dekat tebing maupun bantaran sungai.

"Warga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor," pungkasnya.

Selama 2022, bencana di Kota Sukabumi didominasi tanah longsor serta cuaca ekstrem. Tanah longsor tercatat sebanyak 80 kali dan cuaca ekstrem sebanyak 60 kali. Selanjutnya banjir sebanyak 40 kali, kebakaran 36 kali, puting beliung 4 kali, dan gempa 5 kali.

Jika dibandingkan dengan 2021, jumlah bencana selama 2022 mengalami peningkatan. Selama 2021 itu terjadi sebanyak 217 kali bencana.

Pada Februari terjadi cukup banyak kejadian bencana. Jumlahnya sebanyak 35 kali. Kemudian pada Desember terjadi 34 kali, Oktober 30 kali, September 27 kali, November 25 kali, Juni 18 kali, Juli 16 kali, Januari 13 kali, Mei 11 kali, Agustus 7 kali, Maret 5 kali, dan April 4 kali. (OL-16)

 

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Omset Warung Tulus Meningkat Pesat Pasca Transformasi Digital

👤Dwi Apriani 🕔Jumat 27 Januari 2023, 12:10 WIB
Di Palembang, Tulus Prasetyo (51), menjadi salah satu pemilik warung kelontong di wilayah Tanah Mas Palembang yang merasakan manfaat...
dok.Pemkot Tegal

Pelabuhan Perikanan Tegalsari Kota Tegal Kapan Dibangun? ini kata Jumadi

👤Supardji Rasban 🕔Jumat 27 Januari 2023, 11:35 WIB
WAKIL Wali Kota Tegal, M. Jumadi sebut bila tidak ada rintangan, September-Desember 2023 sudah ada kepastian pendanaan pembangunan...
ANTARAFOTO/ Basri Marzuki

Sepuluh Penerbangan dari Sam Ratulangi Ditunda

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Januari 2023, 10:38 WIB
Hujan disertai angin kencang yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Manado dan sekitarnya berdampak terhadap penerbangan di Bandara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya