Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendampingi pemerintah daerah dan warga terdampak bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatra Barat.
Kepala BNPB Suharyanto bersama jajaran, pada Rabu (15/5), mengunjungi pengungsi di dua lokasi yakni di Simpang Manunggal, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar dan pos pengungsian di Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.
Dalam kesempatan itu, Suharyanto berkesempatan berdialog langsung dengan para pengungsi sekaligus secara simbolis menyerahkan sejumlah bantuan logistik dan sembako guna memenuhi kebutuhan para pengungsi dalam beberapa hari ke depannya.
Baca juga : Kepala BNPB Sampaikan Opsi Relokasi Korban Bencana di Sumatra Barat
"Kami memastikan kebutuhan dasar selalu terpenuhi seperti sembako, kebutuhan bayi, pampers, pembalut, mukena, semua kita penuhi. Bahkan, kalau ada yang saat ini tinggal di rumah kerabat atau saudara, setelah di data kemudian bisa kita cairkan bantuan dana tunggu hunian seperti dana untuk sewa rumah," tambah Suharyanto.
Dalam kesempatan berbeda, PT Bank Negara Indonesia (BNI) juga bergerak cepat membantu para korban bencana. Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial, perseroan memberikan bantuan senilai Rp500 juta kepada para korban terdampak. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, air mineral, pakaian, selimut, pembalut, obat-obatan, dan sejumlah bantuan logistik lainnya yang memang sangat dibutuhkan.
Bantuan disalurkan ke beberapa titik lokasi bencana di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Selanjutnya, bantuan juga akan disalurkan ke sejumlah titik di kabupaten/kota yang terkena dampak bencana.
Baca juga : Warga Terdampak Banjir Lahar Dingin di Sumbar Dipertimbang untuk Direlokasi
"Bantuan ini merupakan wujud nyata komitmen BNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat mereka membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban para korban," kata Direktur Network and Services BNI Ronny Venir melalui keterangan tertulis, Kamis (16/5).
Perseroan, tuturnya, memahami bahwa bencana alam yang melanda Sumatera Barat telah membawa kesedihan dan kesulitan bagi banyak pihak. Oleh karena itu, BNI berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para korban melalui berbagai bentuk bantuan.
"BNI berkomitmen untuk terus hadir dan membantu meringankan beban masyarakat yang sedang ditimpa musibah. BNI percaya bahwa dengan kepedulian dan bahu membahu, kita dapat melewati masa sulit ini bersama," tandasnya. (Z-11)
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
ICXA merupakan ajang internasional yang memberikan apresiasi kepada organisasi dengan praktik terbaik dalam pengelolaan customer experience.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung langkah pebalap nasional Sean Gelael yang membuka persiapan musim balap 2026 dengan tampil di ajang Asian Le Mans Series (ALMS) 2025/26.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berkomitmen menerapkan tata kelola dan budaya antikorupsi melalui partisipasi aktif pada puncak peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025.
BNI mempertegas komitmennya dalam mendukung pemberdayaan kelompok disabilitas melalui sejumlah program sosial dan penguatan kapasitas usaha.
Playbook ini merupakan alat pendampingan strategis bagi pelaku industri sawit untuk memperkuat praktik keberlanjutan mereka di tengah dinamika regulasi global.
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
“Banjir lahar dingin dengan ukuran getaran mencapai akselerasi maksimum (Amak) 43 mm,”
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.211 kepala keluarga (KK) sempat terisolir akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru, Jawa Tengah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sistem peringatan dini banjir lahar dingin di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, dengan memasang sensor pemantauan baru.
Masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat aliran sungai, diimbau agar tetap waspada dan tidak mendekati bantaran sungai secara berlebihan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau perbaikan tanggul di Dusun Kebondeli Selatan, Kabupaten Lumajang, yang rusak akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved