Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Pascameningkatnya debit air sungai yang terjadi sejak malam hingga dini hari tadi, Kelompok Siaga Bencana (KSB) Nagari Bukik Batabuah langsung bergerak melakukan pemantauan intensif di sejumlah titik rawan. Hingga pagi ini, kondisi dilaporkan aman tanpa dampak serius di permukiman warga.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota KSB Bukik Batabuah, Edi Candra, dalam laporannya kepada Walinagari Bukik Batabuah, Firdaus, melalui grup WhatsApp resmi KSB. “Dari pantauan lapangan sementara, belum ditemukan adanya dampak serius akibat kenaikan debit air semalam,” ujar Edi, kemarin.
Meskipun demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan. Cuaca pagi ini terpantau mendung dengan hujan rintik ringan di wilayah Bukik Batabuah. Walinagari Firdaus mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat aliran sungai, agar tetap waspada dan tidak mendekati bantaran sungai secara berlebihan.
“Hari ini tim KSB bersama relawan akan menyisir aliran sungai, memastikan tidak ada potensi bahaya yang terlewat. Kita harus pastikan keamanan bersama,” tegas Firdaus.
Pemerintah Nagari juga mengajak seluruh warga untuk tetap tenang namun siaga, serta aktif melaporkan jika menemukan gejala mencurigakan di sekitar aliran sungai.
Sementara itu, Pos Pengamatan Gunung Api Marapi (PVMBG) mengonfirmasi bahwa hujan masih berlangsung di area lereng Marapi. Pihak PVMBG mengimbau agar kewaspadaan ditingkatkan, khususnya bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai berhulu langsung dari Gunung Marapi.
“Warga di bantaran sungai berhulu Marapi diharapkan terus waspada. Pantau kondisi sekitar dan jangan ragu melapor jika terjadi perubahan mencurigakan,” demikian imbauan PVMBG. (H-2)
BANJIR lahar dingin kembali menerjang lereng Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (3/12). Banjir lahar terjadi akibat hujan deras.
“Banjir lahar dingin dengan ukuran getaran mencapai akselerasi maksimum (Amak) 43 mm,”
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.211 kepala keluarga (KK) sempat terisolir akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru, Jawa Tengah.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat sistem peringatan dini banjir lahar dingin di kawasan Gunung Semeru, Jawa Timur, dengan memasang sensor pemantauan baru.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau perbaikan tanggul di Dusun Kebondeli Selatan, Kabupaten Lumajang, yang rusak akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved