Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik dari daerah lain di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, mulai masuk ke Aceh. Kedatangan mereka itu melalui jalur darat dengan menggunakan bus antarkota-antarprovinsi.
Mereka adalah warga Aceh yang merantau di berbagai provinsi di Indonesia yang ingin 'woe u gampoeng' (pulang kampung) guna berlebaran Idul Fitri 1445 H/2024, bersama sanak famili. Geliat gelombang pulang lebaran ini mulai tampak di terminal-terminal bus di Aceh.
Amatan Media Indonesia, Jumat (5/4), di terminal tipe B Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, misalnya, bus-bus berbadan lebar sejak tengah malam makin sering singgah menurunkan penumpang. Sebagian pemudik itu membawa pulang anak istri dan ada juga yang bersama teman sekampung.
Baca juga : Ini Kiat Bagi Ibu Hamil yang akan Mudik Lebaran
Kondisi semakin ramai itu juga mewarnai terminal tipe B Kota Lhok Seumawe dan terminal tipe A Bathoh, Banda Aceh Ibu Kota Provinsi Aceh.
Seperti musim mudik tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik terus ramai seiring semakin dekat hari raya.
"Insya Allah sejak menjelang subuh hingga pagi mulai ramai. Sebagian besar dari Medan, Sumatra Utara. Ada juga dari Padang, Sumatra Barat, Pekanbaru, Riau, Palembang, dan Lampung. Dalam berapa hari ini bisa juga pulang dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya," tutur, petugas terminal Kota Sigli.
Baca juga : AkzoNobel Gelar Program Mudik untuk Ratusan Tenaga Pengecatan dan Kontraktor Mitra Dulux
Budayawan Aceh dari Universitas Syiah Kuala (USK) Adli Abdullah, kepada Media Indonesia, mengatakan mudik yang dikenal warga Aceh sebagai tradisi woe u gampoeng (pulang kampung) untuk saweue syedara (mengunjungi sanak saudara) sudah dilakukan turun temurun, terutama setiap datang hari raya Idul Fitri.
"Berbeda dengan Idul Adha yang baru dua bulan balik merantau. Kalau Idul Adha tidak seramai hari raya puasa yang ingin pulang" tutur Adli yang juga dosen Hukum Adat itu.
Adli, yang juga penulis sejarah Aceh, menuturkan, sesuai tradisi identik dengan syiar Islam itu, tujuan paling paling utama warga Aceh mudik saat lebaran yakni ingin pulang membantu sanak tetangga. Lalu mengunjungi sesama, menziarahi makam orangtua atau anggota keluarga.
Baca juga : Mudik Ajak Anak, Ini yang Perlu Diperhatikan
"Dikenal banyak merantau hingga berjulukan china kulit hitam, warga Aceh di perantauan setiap lebaran ingin pulang ke tempat kelahiran"
Menurutnya, saat pulang lebaranlah mereka membantu daging mameugang dan sedekah lainnya kepada yang di kampung.
Dulu kalau lebaran tidak pulang makan lauk daging di hari mameugang bersama sanak saudara atau tidak makan timphan (kue kukus berbahan tepung ketan berisi srikaya kelapa dibalut daun pisang), itu dianggap sudah almarhum.
"Inilah rindunya tradisi pulang kampung untuk menjenguk orangtua atau saweue syedara ( bersilaturrahmi dengan sanak saudara) yang sudah lama ditinggal pergi," tambah lelaki kelahiran Betee Iliek, Kabupaten Bireuen tersebut. (Z-1)
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Untuk menutupi kebutuhan pupuk tanaman padi, mereka harus beralih ke pupuk nonsubsidi.
Sebanyak 20 sumur bor berteknologi RO dibangun di wilayah terdampak banjir Aceh untuk menyediakan air bersih dan mendukung pemulihan warga.
Dampak dari kondisi cuaca ini, kata dia, juga berpotensi terjadi gelombang tinggi yang berkisar antara 1,5 meter hingga 2,5 meter di perairan wilayah Aceh bagian barat dan selatan.
Satgas Saber bertujuan menjamin pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP)
Isu yang diangkat film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
Musim puncak (peak season) pengiriman Ramadan dan Lebaran tahun 2026 jadi momen optimisme perusahaan jasa logistik.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Masyarakat yang melakukan pemesanan tiket kereta api pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved