Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
ARUS mudik dari daerah lain di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa, mulai masuk ke Aceh. Kedatangan mereka itu melalui jalur darat dengan menggunakan bus antarkota-antarprovinsi.
Mereka adalah warga Aceh yang merantau di berbagai provinsi di Indonesia yang ingin 'woe u gampoeng' (pulang kampung) guna berlebaran Idul Fitri 1445 H/2024, bersama sanak famili. Geliat gelombang pulang lebaran ini mulai tampak di terminal-terminal bus di Aceh.
Amatan Media Indonesia, Jumat (5/4), di terminal tipe B Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, misalnya, bus-bus berbadan lebar sejak tengah malam makin sering singgah menurunkan penumpang. Sebagian pemudik itu membawa pulang anak istri dan ada juga yang bersama teman sekampung.
Baca juga : Ini Kiat Bagi Ibu Hamil yang akan Mudik Lebaran
Kondisi semakin ramai itu juga mewarnai terminal tipe B Kota Lhok Seumawe dan terminal tipe A Bathoh, Banda Aceh Ibu Kota Provinsi Aceh.
Seperti musim mudik tahun-tahun sebelumnya, jumlah pemudik terus ramai seiring semakin dekat hari raya.
"Insya Allah sejak menjelang subuh hingga pagi mulai ramai. Sebagian besar dari Medan, Sumatra Utara. Ada juga dari Padang, Sumatra Barat, Pekanbaru, Riau, Palembang, dan Lampung. Dalam berapa hari ini bisa juga pulang dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya," tutur, petugas terminal Kota Sigli.
Baca juga : AkzoNobel Gelar Program Mudik untuk Ratusan Tenaga Pengecatan dan Kontraktor Mitra Dulux
Budayawan Aceh dari Universitas Syiah Kuala (USK) Adli Abdullah, kepada Media Indonesia, mengatakan mudik yang dikenal warga Aceh sebagai tradisi woe u gampoeng (pulang kampung) untuk saweue syedara (mengunjungi sanak saudara) sudah dilakukan turun temurun, terutama setiap datang hari raya Idul Fitri.
"Berbeda dengan Idul Adha yang baru dua bulan balik merantau. Kalau Idul Adha tidak seramai hari raya puasa yang ingin pulang" tutur Adli yang juga dosen Hukum Adat itu.
Adli, yang juga penulis sejarah Aceh, menuturkan, sesuai tradisi identik dengan syiar Islam itu, tujuan paling paling utama warga Aceh mudik saat lebaran yakni ingin pulang membantu sanak tetangga. Lalu mengunjungi sesama, menziarahi makam orangtua atau anggota keluarga.
Baca juga : Mudik Ajak Anak, Ini yang Perlu Diperhatikan
"Dikenal banyak merantau hingga berjulukan china kulit hitam, warga Aceh di perantauan setiap lebaran ingin pulang ke tempat kelahiran"
Menurutnya, saat pulang lebaranlah mereka membantu daging mameugang dan sedekah lainnya kepada yang di kampung.
Dulu kalau lebaran tidak pulang makan lauk daging di hari mameugang bersama sanak saudara atau tidak makan timphan (kue kukus berbahan tepung ketan berisi srikaya kelapa dibalut daun pisang), itu dianggap sudah almarhum.
"Inilah rindunya tradisi pulang kampung untuk menjenguk orangtua atau saweue syedara ( bersilaturrahmi dengan sanak saudara) yang sudah lama ditinggal pergi," tambah lelaki kelahiran Betee Iliek, Kabupaten Bireuen tersebut. (Z-1)
Satgas PRR Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat keluar dari tenda darurat sebelum Idul Fitri 2026
Ditambah lagi cuaca ekstrem seperti angin kencang dan hujan deras masih sering menghantui kawasan provinsi di ujung barat Indonesia itu.
Perubahan jalur jelajah akibat bencana hidrometeorologis seperti banjir dan tanah longsor juga diduga kuat mengubah pola pergerakan serta habitat alami gajah.
Diduga akibat tersengat kawat yang dialiri arus listrik bertegangan tinggi. Saat ditemukan, belalai gajah masih dalam kondisi terlilit kawat listrik.
Tahun 2024 Study Abroad Aide menempatkan USK tersebut di tangga 22 persen kampus terbaik dunia kategori universitas tujuan mahasiswa internasional.
BRIN menjelaskan lubang besar di Aceh Tengah bukan fenomena sinkhole, melainkan longsoran geologi akibat batuan tufa rapuh, hujan lebat, dan faktor gempa bumi.
Petugas gabungan memeriksa produk parsel dan bahan pangan isi parsel yang diperdagangkan di salah satu swalayan di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (27/2/2026).
Hingga saat ini jumlah tiket untuk masa angkutan lebaran 2026 yang telah terjual tercatat sebanyak 57.673 tiket atau sekitar 36,5% dari total 157.740 kapasitas tempat duduk
Kebiasaan melepas aki yang dulunya dianggap ampuh mencegah aki soak atau korsleting, justru berisiko menimbulkan masalah baru pada mobil modern.
Jika sebelumnya banyak masyarakat yang baru memesan tiket satu minggu sebelum keberangkatan, tahun ini tren pemesanan justru melonjak sejak dini.
Salah satu risiko yang paling sering diabaikan saat meninggalkan kendaraan untuk mudik adalah penurunan daya aki atau aki soak.
PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) Cabang Makassar memastikan kesiapan layanan Angkutan Lebaran 2026 dengan mengoperasikan 14 kapal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved