Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) mulai melanda Provinsi Riau. Sedikitnya seluas 2 hektare lahan gambut di Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar, Riau, ludes terbakar.
Komandan Manggala Agni Daops Pekanbaru Chaerul Parsaulian Ginting kepada Media Indonesia mengatakan kebakaran diduga terjadi akibat cuaca panas yang telah berlangsung selama sepekan terakhir.
"Posisi kebakaran di Desa Karya Indah. Luas sudah sekitar 2 Ha. Kondisi lahan gambut," kata Chaerul, Selasa (19/3).
Baca juga : Karhutla Meluas di Riau, KLHK Lakukan Pemadaman dari Darat dan Udara
Ia mengakui memang kondisi cuaca yang cukup panas di Riau menyebabkan karhutla kembali terjadi. Hal itu juga seiring dengan peningkatan jumlah titik panas yang terpantau oleh satelit.
Sejauh ini ratusan titik panas atau hotspot sebagai indikator Karhutla terdeteksi membara di Pulau Sumatra. Sedikitnya ditemukan 119 titik panas di Sumatra dengan jumlah terbesar sebanyak 51 titik berada di Provinsi Riau.
Forecaster on Duty Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Bella RA mengatakan sebanyak 119 titik panas di Sumatra diketahui tersebar pada sembilan provinsi. Adapun Provinsi Riau sebagai provinsi dengan penyumbang titik panas terbanyak.
Baca juga : Riau Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla
"Sebanyak 119 titik panas di Sumatra diantaranya Riau sebanyak 51 titik, kemudian Sumatra Utara 19 titik, Bengkulu 14 titik panas," kata Bella, Selasa (19/3).
Kemudian, lanjutnya, Sumatra Barat dengan sembilan titik, Aceh tujuh titik, Jambi, Sumatra Selatan, dan Kepulauan Riau masing-masing enam titik, dan Bangka Belitung sebanyak satu titik panas.
Sedangkan sebanyak 51 titik panas di Riau tersebar pada delapan kabupaten/kota dengan jumlah titik panas terbanyak terdapat di Kabupaten Pelalawan sebanyak 32 titik.
Baca juga : Berlanjutnya El Nino Penyebab Masifnya Karhutla
Selanjutnya, Kabupaten Bengkalis, dan Rokan Hilir (Rohil) masing-masing terdapat empat titik. Kemudian Kota Dumai dan Indragiri Hulu (Inhu) masing-masing tiga titik.
"Kampar dan Rokan Hulu (Rohul) masing-masing dua titik, dan Siak sebanyak satu titik panas," pungkasnya.
(Z-9)
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini cuaca ekstrem di wilayah Riau yang diprediksi berlangsung hingga pukul 13.00 WIB, Jumat (6/3).
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto ingatkan daerah siaga dini hadapi fenomena bencana tak merata, mulai dari banjir hingga karhutla jelang puncak kemarau 2026.
Karhutla terjadi akibat adanya oknum masyarakat yang sembarang melempar puntung rokok ke lahan kering yang mudah terbakar ataupun yang membuka lahan dengan cara membakar.
Keunggulan dari penggunaan sensor VIIRS dan MODIS adalah kemampuannya dalam memantau wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) terus memperkuat upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved