Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA 210 hektare tanaman padi di Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dipastikan gagal panen akibat terendam banjir luapan Sungai Bengawan Solo. Kondisi tersebut mengakibatkan petani merugi.
"Iya rusak padinya, waktunya berbuah terus terendam banjir lebih dari tiga hari," keluh Suntoro, petani di Desa Kandangan, Trucuk, Minggu (17/3).
Menurut dia, tanaman padi yang berumur kisaran 50-70 hari setelah tanam (HST) memang rawan mengalami kerusakan karena terendam banjir. Bunga padi yang akan menjadi bulir rawan busuk akibat terendam banjir lebih dari tiga hari.
Baca juga : Jokowi Instruksikan Jajarannya untuk Antisipasi Gagal Panen Padi
Sementara bagi padi yang sudah menguning masih bisa diselamatkan meski hasil panennya tidak akan maksimal. "Iya kita pasrah. Karena ya enggak nyangka bakal banjir besar seperti kemarin," jelasnya.
Camat Trucuk Wiyanto mengatakan banjir luapan Sungai Bengawan Solo pada Senin (11/3) pekan lalu mengakibatkan 11 desa dari total 12 desa di Kecamatan Trucuk terdampak.
Menurut dia, tidak hanya rumah, jalan, fasilitas umum, gedung sekolah, tempat ibadah, banjir juga merendam tanaman pangan di 11 desa tersebut.
Baca juga : Dampak Banjir, Jawa Tengah Kehilangan Puluhan Ribu Ton Gabah
"Padi yang sudah menguning masih bisa diselamatkan namun yang baru mbrobot dan ambyak biasanya sudah rusak, " ungkapnya, terpisah.
Tanaman padi yang tidak terselamatkan seluas 210 hektare berada di Desa Kandangan dan Mori. Dua desa ini yang lahannya terendam parah selama lebih dari tiga hari.
"Petani juga tidak bisa melakukan panen awal. Sepertinya tidak bisa karena banjirnya datang begitu cepat," kata Wiyanto.
Selain tanaman padi, banjir juga sempat merendam tanaman jagung, cabai dan tanaman hortikultira lainnya. Tetapi, selepas banjir tanaman bisa berangsir pulih. (Z-6)
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Hal ini akibat tidak turunnya hujan di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir. Kondisi juga diperparah dengan mengeringnya sejumlah waduk dan embung di kawasan Pantura setempat.
Perhitungan kerugian petani akibat serangan hama tikus mencapai Rp10 juta-Rp15 juta per hektare.
PEMERINTAH Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, mengimbau para petani agar menunda tanam padi guna mengantisipasi ancaman gagal panen (puso) akibat cuaca buruk dan bencana banjir.
Empat wilayah di kawasan hilir sungai Bengawan Solo di Jawa Timur, berstatus siaga banjir sejak Minggu (18//1) siang menyusul tinggi permukaan sungai terus meningkat.
Lomba yang merupakan rangkaian dari Festival Dayung Tejosari itu diikuti sebanyak 40 tim dari berbagai kota se-Jawa Timur
GENANGAN banjir luapan sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jatim mengalami peningkatan di kawasan hilir.
SEORANG kakek pencari kayu warga Desa Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tenggelam terseret arus dari luapan sungai Bengawan Solo.
Peningkatan debit air Bengawan Solo hingga satutus siaga banjir ini dipicu akibat derasnya kiriman air dari kawsan hulu dalam beberapa hari terakhir.
Pengaktifan Posko bencana itu dilakukan menyusul kenaikan signifikan permukaan Sungai Bengawan Solo dalam beberapa hari terakhir hingga pada status siaga banjir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved