Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK banjir yang melanda Kabupaten Demak dan Grobogan, Jawa Tengah diperkirakan bakal kehilangan puluhan ribu ton gabah. Selain itu, tak sedikit juga petani yang mengalami gagal panen.
Seperti diketahui, banjir melanda Kabupaten Demak sudah surut setelah dilakukan penambalan tanggul jebol di Sungai Wulan dan pemompaan air. Meskipun belum sepenuhnya kering karena masih ada beberapa kawasan dan sawah terendam banjir, namun warga sebagian besar telah kembali dari pengungsian.
Jalur Pantura Demak-Kudus juga telah kering dan lalulintas kembali dibuka, sedangkan pengungsi yang sebelumnya bertahan di pinggiran jalan nasional itu juga mulai dipindahkan ke dalam yang lebih aman.
Baca juga : Belasan Ribu Hektare Tanaman Padi Di Pantura Jateng Puso Akibat Banjir
“Sekarang sudah bisa pulang setelah 12 hari mengungsi, tapi kami bingung menghadapi hidup ke depan," ujar Sunardi,45, warga Karanganyar, Kabupaten Demak.
Hal serupa juga diungkapkan Sunaryo,50, warga lainnya yang sempat mengungsi di atas tanggul Sungai Wulan. Seluas 1,2 hektare sawah yang dimilikinya dipastikan gagal panen karena hampir 15 hari terendam, padahal Maret-April mendatang sudah masanya panen.
"Simpanan gabah untuk cadangan pangan keluarga juga rusak terendam banjir kemarin," tambahnya.
Baca juga : Banjir Meluas Rendam Puluhan Hektare Tanaman Padi di Hulu Sungai Utara
Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengungkapkan bahwa dampak banjir yang merendam Kabupaten Demak dan Grobogan menjadi pukulan berat bagi penyediaan pangan di provinsinya. Itu karena dari kedua daerah tersebut ada 7.000 hektare sawah terdampak banjir dan sebagian besar berpotensi gagal panen.
"Dampaknya cukup terasa ya, oleh karena itu saat ini Pemprov Jateng berkonsentrasi menyelamatkan tanaman padi terendam banjir agar masih ada panen," ujar Sumarno.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jateng Supriyanto mengungkapkan potensi gagal panen di Demak lebih besar dibandingkan Kabupaten Grobogan karena tanaman padi lebih lama terendam banjir.
Baca juga : Produktivitas Gabah di Indramayu Diyakini Tinggi
"Di Demak sudah berminggu-minggu padi tidak bisa bernapas lagi dan mati, karena ketinggiannya masih diatas 60 centimeter," imbuhnya.
Meskipun demikian, lanjut Supriyanto, di Kabupaten Grobogan juga tidak lepas terancam gagal panen karena tanaman yang hanyut dan berdasarkan data sementara mencapai 440 hektare dari luar lahan terlaporkan 5.401 terdampak banjir, sehingga untuk menghadapi kondisi ini Kementerian Pertanian telah menyiapkan bantuan benih dan pupuk.
Berdasarkan perhitungan, lanjut Supriyanto, kegagalan panen musim ini akibat banjir capai ribuan hektare, sehingga dengan asumsi setiap hektare dapat panen lima ton maka potensi kehilangan gabah mencapai puluhan ribu ton.
"Kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai Rp345,6 juta dan sudah disetujui klaim asuransi pertanian oleh Jasindo Rp287 juta yakni Rp6 juta per hektare," tambahnya.
(Z-9)
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
pemerintah harus mulai serius mengatur penggilingan padi kecil, penggilingan padi menengah, dan penggilingan padi besar agar tetap bisa hidup bersama.
Penggiling padi diminta untuk tetap memproduksi beras dan mensuplai ke pasar tradisional dan pasar modern dengan menepati syarat mutu seperti yang tertera dalam labeling di packaging.
kenaikan harga gabah dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang tidak berubah mendorong pihak-pihak tertentu untuk melakukan pengoplosan beras
Menurut Bupati, produktivitas pada musim tanam kedua tahun ini tidak lepas dari beberapa faktor pendukung.
PEMERINTAH mengklaim berhasil mencetak tonggak sejarah baru dalam penguatan ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, gabah yang diserap diwujudkan untuk bantuan pangan pada masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved