Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSES jalan penghubung lima desa di Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tertutup tanah longsor usai hujan lebat melanda wilayah itu. Pantauan di lokasi, titik longsor itu terjadi di Leter S atau Bok S di Desa Sinar Hadigala. Jalur utara itu menghubungkan Lamanabi, Aransina, Latonliwo Satu, Latonliwo Dua, dan Patisirawalang.
Material pasir bercampur tanah dan bebatuan disertai kayu tumpah lalu menutup badan aspal. Ruas jalan yang menanjak dan terjal itu semakin ekstrem dan membahayakan nyawa pemotor maupun pengemudi roda empat.
Melintasi Blok S seperti selangkah menuju bahaya. Tikungan tajam di jalur itu berubah petaka maut jika kendaraan tergelincir karena berada di ketinggian nan curam. Saat musim hujan, tanah terkikis air hingga terjadi longsor dan banjir yang mengalir ke dataran rendah.
Baca juga : Lima Desa di NTT Lumpuh akibat Banjir Tinggi
Di penghujung Blok S, pengendara terkejut melihat longsor. Dinding bukit tampak rongga. Sejumlah batu besar masih menempel tetapi tak menutup kemungkinan akan runtuh ke jalan.
Mobil-mobil pikap pengangkut penumpang dan barang dari Larantuka tampak kesulitan. Soalnya, longsor membuat jalur semakin sempit, apalagi di tikungan tajam. Badan mobil hanya terpaut beberapa sentimeter dari dua sisi material longsor yang baru dibersihkan warga.
Sejumlah warga asal Desa Sinar Hadigala dan para pengendara tampak berjibaku membersihkan material di Blok S. Akses jalan yang sempat lumpuh total akhirnya teratasi setelah gotong-royong dua hari berturut-turut.
Baca juga : Longsor di Jalinsum Tapanuli Utara Menuju Tapanuli Tengah, Tiga Tewas
Dua warga setempat, Yosep Pehan Lian, 37, dan Dominikus Ladisa Lian, 30, mengatakan jalur itu selalu longsor saat turun hujan lebat. Menurutnya, warga selalu diteror bahaya saat pergi maupun pulang ke desa-desa tetangga. Begitu pula warga yang menjual hasil bumi ke Larantuka, ibu kota Flores Timur, berjarak puluhan kilometer.
Yosep dan Dominikus meminta pemerintah daerah Flores Timur mencari alternatif jalur lain atau membangun talud penahan karena lokasi tersebut sering longsor jika musim hujan tiba. "Iya Pak kalau bisa pemerintah setempat alihkan jalur lain saja, karena setiap tahun longsor. Kalau dibiarkan begini terus, kami cemas juga Pak kalau ada pergeseran bukit bisa memakan korban," ujar Yosep.
Dia menuturkan, longsor terakhir terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024, sore. Saat tahu ada longsor, Yosep dan belasan pria langsung datang untuk membersihkan material dengan cangkul dan sekop. (Z-2)
GUNUNG Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas dan berpotensi terjadi erupsi eksplosif.
AKTIVITAS gunung berapi Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali meningkat pada Jumat, 16 Agustus 2025.
BNPB meminta warga Kabupaten Flores Timur untuk tidak kembali ke kampung halaman atau kawasan rawan bencana (KRB) menyusul erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
GUNUNG Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali alami erupsi pada Selasa, 8 Juli 2025 petang, tepat pukul 16.08 WITA.
Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, erupsi lima kali pada Selasa malam (17/6) dengan tinggi letusan mencapai 5.000 meter.
Kondisi lesunya ekonomi yang melanda masyarakat Flotim dan kondisi bencana erupsi gunung Lewotobi laki-laki yang terjadi belum lama ini.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
USAI meninggalnya seorang anak di Kabupaten Ngada, Polri menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah ke sejumlah wilayah terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT).
CUACA buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi mulai melanda perairan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
MENTERI Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri (Yonif) TP 877/Biinmaffo di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur.
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved