Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN ibu rumah tangga di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, terlibat dalam situasi berdesakan yang tak terkendali saat berusaha mendapatkan kupon beras murah dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa. Kejadian ini bahkan menyebabkan beberapa ibu rumah tangga terjepit di antara kerumunan dan hampir terjatuh.
Para ibu rumah tangga itu berdesak-desakan untuk mendapatkan kupon beras SPHP seberat lima kilogram dengan harga Rp53.000 per kemasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Gerakan Pangan Murah dan Pemerintah Provinsi Sulsel, yang dilakukan secara serentak di 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Meskipun tujuan pembagian kupon adalah untuk memberikan bantuan kepada masyarakat, kekacauan terjadi karena antrean yang panjang dan ketidakpuasan sebagian warga terhadap cara pembagian kupon. Seorang warga, Halijah DG Karra menyuarakan kekecewaannya karena pembagian kupon dinilainya tidak merata dan menuntut para warga untuk berdesak-desakan.
Baca juga : Tadbir Pangan Saat ini Terburuk
"Saya sudah antre sejak pukul delapan pagi, tapi kupon tidak dibagikan dengan baik, dan kami harus terus menunggu," ujar Halijah DG Karra.
Pemerintah Kabupaten Gowa sebelumnya telah menyiapkan 800 kupon untuk mendapatkan beras SPHP seharga Rp53.000 per kemasan berisi lima kilogram. Selain beras, pembagian kupon juga mencakup minyak goreng dan bahan pokok lainnya.
Meski mendapat kritik terkait kelancaran pembagian kupon, Gerakan Pangan Murah tetap menjadi upaya nyata pemerintah untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat. Kejadian ini juga mencerminkan tingginya kebutuhan dan antusiasme warga terhadap program bantuan pangan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi oleh banyak keluarga di Kabupaten Gowa. (Z-10)
Program Gerakan Pangan Murah digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat Ramadan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi.
MENGANTISIPASI melonjaknya harga bahan pangan selama bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten Toba menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Parsuratan, Kecamatan Balige, Kamis (26/2).
KENDATI terpantau ada sejumlah komoditas bahan pangan yang mengalami kenaikan harga selama Bulan Ramadan tahun 2026 ini, namun kenaikan tersebut terbilang masih wajar.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.
Pemerintah Kota Kediri menyelenggarakan gerakan pangan murah sebagai upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan.
KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di area parkir eks MTQ Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Seorang ibu rumah tangga di Aceh Besar ditangkap polisi setelah nekat menukarkan mobil rental Toyota Avanza Veloz dengan narkotika jenis sabu seberat satu ons.
GUNA mendorong kemandirian para ibu rumah tangga, Yayasan Indonesia Setara (YIS) bersama Rumah Zakat menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Talam Singkong dan Muffin Pisang.
Dokter menyarankan para ibu untuk berolahraga minimal 30 menit per hari.
Mendapati perilaku tak baik itu, petugas Dinas Lingkungan Hidup beserta tim langsung mencari pelaku pembuang sampah sembarangan.
Dukungan yang diberikan kepada istri bisa berupa mendengarkan curahan hati ibu tanpa melulu menghakimi, membandingkan nasib dan kondisi.
PEREDARAN narkoba kini banyak menargetkan perempuan ataupun ibu rumah tangga sebagai kurir narkoba. Perempuan kerap menjadi sasaran sindikat narkoba karena rentan secara sosial dan ekonomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved