Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DEKAN Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) Ahmad Muslim menyebut bahwa kondisi pangan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Masalah pangan Indonesia saat ini, khususnya beras tidak lain karena produksi beras di Indonesia rendah tidak mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Produksi kita 30,90 juta sementara konsumsinya 35 juta hektar. Luas juga kita sangat rendah belum cukup memenuhi untuk konsumsi tersebut karena luas panen untuk padi cuma 10,2 juta hektar sementara idealnya ya untuk memenuhi untuk tersebut itu seharusnya luas lahan padi tersebut 500 meter per kapita," kata dia saat Konferensi Merdeka Barat pada Senin (4/3).
Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah perlu melakukan strategi yang sistematik baik untuk jangka pendek dan jangka panjang.
Baca juga : Harga Beras dan Pangan Lainnya masih Tinggi, Jokowi: Nanti Saya Cek ke Lapangan
"Kalau untuk jangka pendek ini mau tidak mau untuk suatu keniscayaan harus impor, tetapi jangka panjang dengan potensi lahan, potensi tenaga kerja, kemudian dengan potensi teknologi yang sudah ada itu sudah harus kita lakukan. Jadi political will pemerintah, tetapi sustainable di program political will pemerintah kadang-kadang kurang berlanjut gitu, seperti kaya political anggaran ya. Kita cuma di 2015 saja ya anggaran untuk Kementan ini tinggi gitu sekitar kurang lebih Rp30,7 triliun tapi sekarang ini terus turun, di 2022 yaitu baru sampai 27% jadi tinggal Rp14,75 triliun," jelas dia.
Hal ini, sambung dia, merupakan suatu kondisi yang cukup memperhatikan, pasalnya Indonesia mempunyai potensi pangan yang sangat luas dimana Indonesia mempunyai lahan kering 144 juta hektar ditambah dengan lahan rawa 13 juta hektar.
"Kemudian kita juga punya tenaga kerja petani murah, kemudian juga Indonesia juga merupakan negara tropis yang bisa menanam satu tahun itu bisa buat tiga kali gitu ya. Ditambah lagi teknologi untuk penanaman padi sudah sangat establish mulai dari hulu sampai hilir," tandasnya. (Fal/Z-7)
Gaya hidup anak muda dalam mengonsumsi komoditas harian seperti kopi, teh, cokelat, dan produk kelapa sawit memiliki dampak signifikan terhadap keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Direktur Ekonomi Celios, Nailul Huda, menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2025 tidak akan mencapai seperti yang ditargetkan pemerintah yakni di angka 5,4-5,6%.
Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah nasional mencapai 70,6 juta ton pada 2024. Angka ini berpotensi membengkak menjadi 82 juta ton per tahun pada 2045.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menyampaikan pandangan resmi terkait dampak tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap konsumsi masyarakat dan pertumbuhan industri nasional.
Anggaran rumah tangga kelas menengah bergeser ke kebutuhan pokok dan pendidikan, sementara belanja fesyen, makan di luar, serta rekreasi dipangkas atau ditunda.
Dalam konsep piramida gizi seimbang, susu hanyalah salah satu opsi dari kelompok sumber protein.
Keberhasilan ini kian lengkap dengan torehan sejarah pada cadangan beras pemerintah yang kini menyentuh level tertinggi sejak Indonesia merdeka.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar rapat terbatas (ratas) untuk merumuskan langkah pengendalian harga yang efektif.
Satgas Pangan memastikan masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan barang.
Hilangnya kedekatan masyarakat dengan pangan lokal bukan sekadar masalah perubahan selera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved