Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOSEN Fisipol UGM, Abdul Gaffar Karim mengatakan, Pemilu merupakan ajang bagi 230.000 kandidat dalam memperebutkan 23.000 kursi dan meminta mandat dari rakyat. Ia pun mengajak anak muda agar terus bersikap kritis, termasuk dalam isu lingkungan.
Sikap kritis tersebut tidak hanya saat Pemilu, tetapi juga setelah Pemilu. Siapapun yang terpilih, tugas kita adalah dengan mengawasi mereka.
"Mentalitas kita selama ini sangat buruk karena kita sibuk membela mereka. Apapun kritik yang disampaikan, (pemimpin yang terpilih) itu dibela. Itu salah, mereka yang diberi mandat sudah diberi gaji dan fasilitas, bukan dibela, (melainkan) seharusnya tetap diawasi," kata Gaffar saat pemutaran film pendek dan diskusi mengenai isu lingkungan dan Pemilu 2024 , Sabtu (10/2), di Yogyakarta.
Baca juga : Pemuda harus Cerdas, Pilih Pemimpin yang Bebas Pelanggaran HAM
Co-inisiator pilahpilih.id, Michelle Winowatan, mengatakan, anak muda nantinya 20 - 30 tahun ke depan akan berhadapan dengan berbagai bencana dan akibat lainnya kalau krisis iklim ini tidak ditangani.
"Itu mengapa isu iklim dan lingkungan harus menjadi isu prioritas pemilih muda di antara agenda politik yang berkompetisi satu dengan yang lain" kata dia.
Hasil survei yang dilakukan pilahpilih.id, kata dia, mengungkap bahwa sebanyak 9 dari 10 pemilih muda khawatir dengan isu lingkungan. Survei yang sama juga menunjukkan bahwa isu lingkungan menjadi faktor kunci pemilih muda di pemilu tahun ini.
Baca juga : Gerakan Muda Indonesia Siap Menangkan Anies-Muhaimin
Ia menyebut, pilihpilih.id bekerjasama dengan sineas muda untuk membuat iklan layanan masyarakat yang bertujuan mendorong pemilih muda menggunakan hak pilihnya dengan bijak. Dengan demikian, mereka dapat memilih pemimpin yang memprioritaskan isu iklim dalam visi misi dan rencana kerja mereka.
Direktur Eksekutif KDM Cinema dan inisiator Youth Screen, Suluh Pamuji mengatakan, event ini merupakan yang kelima kalinya digelar. Program ini dimaksudkan untuk mendekatkan film pendek dengan pemilih muda, khususnya setingkat SMA/SMK dan sederajat.
Dengan kegiatan itu, anak-anak muda tersebut bisa mendapatkan akses tontonan yang bermuatan pendidikan, hiburan, dan memantik daya kritis mereka. "Ini secara kebetulan di awal-awal karena konteksnya tahun 2024 adalah Pemilu, maka program ini bisa dipertajam agar lebih kontekstual," papar dia.
Baca juga : Lagi, Kelompok Pemuda Deklarasikan Dukungan untuk Anies-Muhaimin
Ketua Solidaritas Perempuan (SP), Kinasih Sana Ullaili mengatakan, sebelum memilih calon pemimpin, anak muda perlu memastikan sistem yang ada di belakang setiap calon. Mereka jangan sampai terjebak pada gimmick dan pada satu sosok tertentu, tetapi tetap fokus dan konsisten menyuarakan isu-isu lingkungan ini setelah pemilu.
"Sama-sama kita kritisi, lihat rekam jejak mereka, dan siapapun yang menang kita harus kawal dengan menjadi warga yang kritis," ujarnya.
Di volume lima ini isu lingkungan menjadi penting karena setiap daerah mempunyai masalahnya sendiri-sendiri terkait isu lingkungan. Dua film pendek yang diputar pada sesi ini adalah Laut Masih Memakan Daratan dan Bersama Membangun Negeri.
Baca juga : Anies Ajak Kongres Pemuda Perubahan Jaring Lebih Banyak Kaum Muda
Film Laut Masih Memakan Daratan bercerita tentang perjalanan seorang anak muda ke kampung halamannya di Demak, Jawa Tengah yang sudah tenggelam ditelan banjir rob. Film Bersama Membangun Negeri bercerita tentang aksi kampanye seorang calon legislatif dengan memanfaatkan seorang janda di sebuah daerah terpinggirkan di tengah ibu kota. (AT/N-1)
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Studi terbaru mengungkap tanaman tropis mengalami pergeseran waktu berbunga hingga 80 hari. Fenomena ini mengancam rantai makanan dan kelangsungan hidup hewan.
Peneliti terkejut menemukan Gletser Hektoria di Antartika kehilangan separuh wilayahnya dalam waktu singkat. Simak penyebab "gempa gletser" dan ancaman kenaikan permukaan laut.
Peneliti ETH Zurich temukan emisi gas rumah kaca dari danau hitam Kongo berasal dari gambut purba ribuan tahun.
Peneliti menemukan pola kadar garam (salinitas) di Pasifik Barat saat musim semi dapat memperkuat intensitas El Niño hingga 20%.
Pengamat politik Citra Institute Yusak Farchan menilai tingginya biaya politik dalam pilkada menjadi persoalan serius dalam demokrasi Indonesia.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved