Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RELAWAN Garuda Indonesia Maju (GIM) selenggarakan CINTA (Cerita Inspirasi Tani Indonesia), bersama para pembudidaya udang vanamei di Desa Babakan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Acara itu mengedepankan audiensi dan diskusi dari para pembudidaya yang berkaitan dengan kesejahteraan para petani dan masyarakat desa. Permasalahan utama saat ini yang sedang dihadapi para pembudidaya udang vanamei, yaitu meningkatnya biaya produksi yang disebabkan oleh peningkatan harga pakan dan kelengkapan gizi udang.
“Selain permasalahan pakan yang seolah terus terjadi dalam periodisasi tertentu, penurunan harga jual bagi para pembudidaya juga sangat membebani mereka. Pasalnya, kondisi seperti yang menyebabkan penurunan margin keuntungan dan bahkan berpotensi menimbulkan kerugian. Padahal udang vanamei merupakan salah satu makanan laut yang bangak dikonsumsi oleh khalayak umum,” ujar Ketua Koperasi Tani, Cilacap Jawa Tengah, Sanen.
Baca juga : Bersama Warga Ujung Negeri Pertamina Hadir Turunkan Emisi Agar Bumi Lestari
Sekretaris Jendral GIM, Dhika Yudhistira menambahkan pentingnya pembentukan ekosistem desa terintegrasi. Ekosistem inilah yang dapat mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para pembudidaya maupun petani di manapun. Melalui ekosistem desa terintegrasi, kelompok tani dan pembudidaya akan memiliki kesempatan untuk lebih dekat dengan market.
“Ekosistem desa terintegrasi ini sangat krusial perannya dalam menyelesaikan permasalahan di hulu dari petani dan pembudidaya. Selain itu, konsep ekosistem ini juga menjadi akar pergerakan untuk hilirisasi peoduk,” ujarnya.
Konsep itu sangat mungkin untuk dikoptasi baik dalam skala jangkauan kecil maupun besar, sehingga ekosistem desa terintegrasi akan sangat mampu membangun negri dari desa. Dhika juga menyampaikan bahwa kondisi riil di kalangan pembudidaya udang vanamei Cilacap dapat diatasi dengan memberikan fasilitas penunjang bagi mereka, seperti halnya membangun industri rumahan untuk pakan dan juga pembekalan kepada pembudidaya tentang keilmuan terkait.
Baca juga : Program KUR Jahe Merah Libatkan 400 Petani di Bangka Tengah Tidak Sesuai Harapan
GIM akan mendorong program-program seperti industri pasca panen yang mendukung kesejahteraan petani dan masyarakat desa. (AS/N-1)
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Di sisi distribusi, Bulog telah menyalurkan vantuan pangan sebesar 708 ribu ton sebagai perlindungan sosial bagi masyarakat rentan.
Pemerintah Indonesia memusnahkan 494 karton produk udang re-impor milik PT Bahari Makmur Sejati setelah terbukti terkontaminasi Cesium-137 (Cs-137).
Dari 3.250 kotak karton udang yang suspek yang diperiksa, terdapat 494 kotak yang terkontaminasi cesium 137.
SCI menyebut ekspor udang pada 2024 sekitar US$1,7 miliar yang menjadikannya penyumbang pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan pendapatan masyarakat pesisir.
Peneliti Center of Reform on Economics (CoRE) Eliza Mardian menegaskan, produk udang Indonesia yang mengandung zat radioaktif Cesium-137 (Cs-137) tetap aman dikonsumsi
Wamentan Sudaryono turut buka suara terkait dengan temuan cengkeh yang mengandung radioaktif Caesium-137 (Cs-137)
Berdasarkan penelusuran Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), cesium ini terbawa udara dari aktivitas peleburan logam di sekitar lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved