Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI mulai gelap sinar matahari sudah meredup. Jalan Soekarno, Pasuruan terlihat sejumlah pedagang mulai mendirikan tenda untuk berjualan. Di ujung jalan seorang ibu berhijab terlihat sibuk mengoreng ayam sesuai pesanan pembeli. Dari raut wajahnya terlihat gembira senyum bahagia.
Adalah Ibu Nurasih pemilik warung ayam dan bebek goreng di kawasan Jalan Raya Pasuruan. Perempuan berusian 45 tahun ini tampak bahagia, sebab hari itu adalah hai pertama berjualan.
Selama hampir 4 bulan tidak berjualan karena kehabisan modal. Ditambah dengan tunggakan hutang ke rentenir yang menyebabkan menghentikan usahanya. Kondisi ini berdampak pada eknomi keluarganya, apalagi selama ini dia seorang diri setelah harus berpisah dengan suaminya karena masalah keluarga.
Baca juga : Baznas Kota Malang Bantu Lunasi Utang Warga
Beban itu semakin bertambah, Nurasih harus berualan seorang diri dibantu anak pertama yang masih duduk di Sekolah Menengah Atas (SMA). Praktis ia harus menanggung seluruh kebutuhan keluarga. Ditambah lagi kondisi kesehatannya yang akibat penyakit kanker yang diidapnya menambah beban makin berat. Belum lagi jika ada tukang tagih.
"Beban ini saya tanggung sendiri apalagi setelah ditinggal suami, praktis semua kebutuhan rumah tangga dialah yang menanggungnya," katanya.
Di tengah kesedihan itu, pertolongan Allah SWT datang, ketika sebuah undangan datang di rumahnya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Pemerintah Kabupaten Pasuruan. Nurasih terkejut karena selama ini tidak pernah diundang Pemerintah kabupaten, apalagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, dia takut membuka undangan yang mengira tagihan hutang.
Baca juga : OY! Indonesia Dukung Usaha Semakin Berkah di Bulan Ramadan
Setelah dibuka ternyata dia terpilih menjadi salah satu warga yang berhak menerima Zakar Produktif dari Pemerintah Provinsi Jatim bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur. Zakat produktif akan diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pendopo Kabupaten Pasuruan.
Nurasih masih saja kaget karena dia tidak tahu apa itu Zakat Produktif. Selama ini yang dia tahu zakat diberkan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Tanpa berpikir panjang Nurasih bergegas ke Pendopo sesuai dengan jadwal yang tertera dalam undangan. Dia kemudian berkumpul menjadi satu dengan undangan lainnya. Mereka saling bertanya akan menerima apa harus di datang ke Pendopo.
Begitu namanya dipanggil, Nurasih terkejut karena dia menerima modal kerja berupa Zakat Produktif dari Pemprov Kerjasama dengan BAZNAS yang langsung diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Meski jumlahnya tidak banyak hanya 1.000.000 namun, modal kerja tersebut sangat berarti karena bisa dimafaatkan untuk berjualan kembali.
Baca juga : Baznas Membantu 13 Ribu UMKM Terdampak Covid-19
"Alhamdulilah sekali, di tengah kesulitan yang dihadapi ternyata masih ada yang Peduli yakni BAZNAS. Benar benar saya tertolong dan bisa untuk modal," katanya penuh gembira.
Sejak itu pula Nurasih sudah tidak mau lagi meminjam ke rentenir yang dinilai mencekik pedagang dengan bunga sangat tinggi. "Tidak lagi pinjam orang yang keliling kampung menawarkan pinjaman," katanya. Dari zakat produktif itu pula dipergunakan untuk berjualan kembali.
Cerita singkat dari Nurasih sebagian kecil dari sekian banyak warga yang mengalami masalah soal permodalan. Kadang mereka harus berhdapan dengan para rentenir aau istilah 'Bank Titil' kampung yang menawarkan hutang dengan bunga mencekik.
Baca juga : Optimalkan Zakat ASN, Pemkab Lamongan buat Gerakan Infaq Subuh
Bersinergi
Pemprov Jatim dan BAZNAS Jatim sudah cukup lama memiliki program Zakat Produktif yang dikhususkan untuk memberkan modal bagi pedagang kecil agar tidak terjerat Bank Titil yang mematok bunga sangat tinggi.
BAZNAS bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus bersinergi melalui berbagai programnya agar kemiskinan ekstrim bisa berkurang, salah satunya yakni bantuan zakat produktif tersebut.
Baca juga : Baznas Dorong Kebangkitan Usaha Mustahik di Tengah Pandemi
“Terus semangat. Yang tadi mendapat bantuan zakat produktif, ada yang jualan gorengan, ada yang jualan es doger, dan semuanya semoga rejekinya berlimpah,”kata Khofifah Indar Parawansa.
Sudah tidak terhitung berapa miliar yang sudah dikeluarkan pihak Pemprov Jatim dan BAZNAS untuk membantu masyarakat miskin melalu Zakat Produktif. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan zakat produktif senilai Rp50 juta di setiap acara yang didatangi.
Gubernur memilih berkeliling kabupaten/ kota guna memutus mata rantai rentenir yang dinilai sangat memberatkan masyarakat. Gubernur khofifah di setiap selalu menyerahkan Zakat Peoduktif selalu bertanya apakah ada di antara bapak/ibu yang penjual gorengan, pentol, rujak dan sebagainya saat terpaksa ahirnya pinjam ke rentener?
Baca juga : BPKH, Baznas Bantu Pembangunan Asrama Santri Miftahul Khoirot Karawang
"Keberadaan rentenir terbukti sangat menjerat ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro dan mikro. Saya berharap zakat produktif ini bisa mengurai permasalahan modal para pelaku usaha ultra mikro dan mikro sehingga tidak terjebak hutang ke rentenir," ungkap Khofifah.
Khofifah menyebut, memutus mata rantai rentenir bukan perkara mudah, mengingat rentenir memberikan kemudahan akses peminjaman namun dengan bunga yang tinggi. Maka dari itu, zakat produktif ini digelontorkan selaras sebagai bantalan ekonomi bagi para pelaku usaha ultra mikro.
"Kita harap ada bantalan ekonomi yang bisa memberi penguatan, sehingga yang hampir dan rentan miskin, tidak jatuh miskin. Bagi yang hampir miskin, diharapkan tidak jatuh miskin," ujarnya. (FL/N-1)
Baca juga : Baznas Gresik Gandeng Mitra untuk Capai Target ZIS 2024
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Dukungan pada program pemerintah diwujudkan tidak hanya melalui pernyataan sikap, tetapi juga aksi nyata di lapangan yang menyentuh langsung masyarakat.
Gubernur Khofifah dukung RSUD Dr Soetomo di konferensi ACGME Amerika Serikat guna tingkatkan kualitas pendidikan tenaga medis Jatim standar internasional.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi atas berbagai dukungan strategis Pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia dan Jawa Timur khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji.
KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jatim menyiapkan Rp24,6 triliun untuk melayani masyarakat yang hendak tukar uang guna menyiapkan hari raya Idul Fitri 1447 atau Lebaran 2026.
Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa keberhasilan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) di daerah bergantung pada sinergi lintas pihak.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama Bank BPD Bali I.
Pemerintah menegaskan terus mendorong pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai instrumen utama meningkatkan daya saing UMKM.
Kemenko PM kembali menggelar Festival Jejak Jajanan Nusantara 2026 pada 6–8 Maret di GBK Senayan, Jakarta.
mendukung gagasan agar Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) dikembangkan dan dikuatkan untuk menghidupkan perekonomian rakyat yang riil.
Konsisten memperkuat pembiayaan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menunjukkan kinerja positif melalui pertumbuhan kredit yang solid.
PULUHAN pelaku usaha kecil mengikuti pelatihan pembuatan produk inovatif dalam Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026 di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved