Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengatakan partainya akan memanfaatkan masa kampanye terbuka selama 21 hari untuk memperkenalkan program partai di seluruh Tanah Air.
Baca juga: Videotron Kampanye Anies Baswedan Sebuah Ironi Demokrasi
Kaesang berharap dengan mengoptimalkan kampanye terbuka pada 21 Januari hingga 10 Februari 2024, partainya dapat mendulang banyak suara sehingga dapat lolos ambang batas parlemen
"Kita memperbanyak sosialisasi, kaya nanti di 21 hari kampanye terbuka, kami akan menggunakan itu maksimal mungkin untuk memperkenalkan PSI di Indonesia," kata Kaesang usia memimpin kopi darat wilayah (kopdarwil) PSI yang digelar tertutup di Padang, Sumatra Barat, Jumat (21/1).
Baca juga: PBNU Bakal Nonaktifkan Khofifah sebagai Ketua Muslimat NU
Kaesang menyebut PSI memang manargetkan bisa meraih empat persen suara nasional untuk bisa melenggang ke Senayan. Untuk itu DPW dan DPC PSI di daerah juga diminta maksimal mensosialisasikan partai agar bisa mendulang suara.
Terkait DPW PSI Sumbar, Kaesang menilai sudah semakin solid dan diharapkan bisa mencapai target satu kursi untuk satu dapil seperti yang dideklarasikan Ketua DPW PSI Sumbar, Sukma Trianda Putra.
"Kita berharap PSI Sumbar bisa pecah telor mendapatkan kursi DPRD pada Pemilu 2024," katanya.
Setelah dari Sumatera Barat, Ketua Umum PSI Kaesang direncanakan akan terbang untuk menghadiri Kopdarwil PSI di Tarakan, Kalimantan Utara.
Sementara itu Ketua DPW PSI Sumbar, Sukma Trianda Putra saat mendampingi Kaesang mengatakan pihaknya telah menargetkan bisa meraih satu kursi per dapil dan akan memaksimalkan semua potensi partai untuk meraih target tersebut.
"PSI Sumbar akan semaksimal mungkin mendukung target nasional meraih empat persen suara dan lolos ke parlemen pada Pemilu 2024," tandasnya. (Ant/P-3
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved