Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN pekerja yang mengalami luka pasca kecelakaan kerja di kawasan industri nikel PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) masih menjalani perawatan medis intensif.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Morowali, Agus AS Partang mengatakan, saat ini tersisa 18 korban yang mengalami luka bakar dirawat di rumah sakit yang dipimpinnya.
“Total 18 pasien. Tiga Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dan 15 Tenaga Kerja Indonesia (TKI),” terangnya saat dihubungi dari Palu, Senin (25/12).
Baca juga: Anak Buah Luhut Pastikan Penyelidikan Menyeluruh Kasus Ledakan Smelter ITSS
Menurut Agus, tiga TKA rencananya akan diberangkatkan ke Jakarta untuk kemudian dikirim ke China.
“Informasi seperti itu, besok diberangkatkan menuju bandara IMIP kemudian diterbangkan ke Jakarta. Mungkin setelah itu langsung ke China,” ungkapnya.
Baca juga: Investigasi Pascakebakaran Tungku Smelter masih Berlangsung
Agus bilang, sampai hari ini penanganan medis masih diterima sejumlah korban. “Ada dua pasien kritis. Mereka TKI. Dan masih sementara menggunakan ventilator,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Divisi Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan mengaku, 41 korban yang mengalami luka ditangani dengan baik.
Ia menyebutkan, dari 41 korban luka itu 18 di antaranya dirawat di RSUD Morowali, satu di RSUD Palopo, dan sisanya 22 korban dirawat di klinik satu serta klinik dua IMIP.
“Satu korban luka dirujuk ke RSUD Palopo karena permintaan keluarganya,” bebernya.
Dedy menjelaskan, 18 pasien yang dirawat di RSUD Morowali mengalami luka bakar yang cukup parah, sedangkan 22 korban di dua klinik milik IMIP hanya mengalami luka ringan.
“Iya betul. Yang di klinik semua luka ringan,” tandasnya.
Secara keseluruhan korban kebakaran dan ledakan tungku smelter milik PT ITSS pada Minggu (24/12) berjumlah 59 orang. 18 meninggal dunia, 41 korban lainnya mengalami luka-luka. (TB/Z-7)
PT Mitra Murni Perkasa (MMP), anak usaha dari MMS Group Indonesia (MMSGI), memperingati Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.
INDONESIA pada 2024 tercatat mengimpor sekitar 10,4 juta ton bijih nikel dari Filipina—angka yang diperkirakan melonjak menjadi 15 juta ton tahun ini.
Hal itu adalah bukti komitmen pemerintah dalam menegakkan kedaulatan sumber daya alam dan menertibkan praktik ekonomi yang merugikan rakyat.
Kepala Negara mengungkapkan enam unit smelter timah yang beroperasi tanpa izin di kawasan konsesi PT Timah telah disita aparat penegak hukum.
Presiden meninjau langsung Barang Rampasan Negara yang telah melalui proses hukum, sebelum kemudian dilakukan penyerahan secara simbolis oleh Jaksa Agung kepada Kementerian Keuangan.
Bupati Kolaka Amri Djamaluddin mengungkapkan kehadiran Smelter Merah Putih yang dibangun putra bangsa, PT Ceria Corp, merupakan sebuah pencapaian besar di Kabupaten Kolaka.
PT Multi Harapan Utama (MHU) memanfaatkan momentum Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026 untuk menegaskan kembali pentingnya keselamatan kerja.
Manajemen PLTU Ketapang di Sukabangun menyampaikan duka cita atas insiden yang melibatkan mitra kerja dari PT Limas Anugrah Steel.
Insiden maut terjadi di Desa Ungasan, Badung, Bali. Tembok proyek ambruk menimbun pekerja, mengakibatkan dua orang meninggal dunia.
Ledakan besar terjadi di pabrik baja Baogang United Steel, Mongolia Dalam, Tiongkok. Dua orang tewas, 84 luka-luka, dan 5 orang masih dinyatakan hilang.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
Kisah Romo Yosef dan Perjalanan Pemulihan Setelah Kecelakaan Kerja
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved